Cerita Sri Subekti Mengais Botol Bekas dan Rosok Demi Mewujudkan Cita-cita Anaknya Jadi Dokter

penghasilan Sri dari memulung sehari mentok Rp50 ribu

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Selasa, 10 Mei 2022 | 08:33 WIB
Cerita Sri Subekti Mengais Botol Bekas dan Rosok Demi Mewujudkan Cita-cita Anaknya Jadi Dokter
Sri Subekti bersama salah satu anaknya Nisabela Putri mendorong gerobak untuk mencari rongsokan di Jalan Affandi, Gejayan, Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman, Senin (9/5/2022). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

SuaraJogja.id - Terik sinar matahari siang itu tak menghentikan langkah seorang perempuan mendorong gerobaknya yang penuh botol bekas dan barang rongsokan lainnya.

Mengenakan baju lengan panjang, celana panjang, topi serta sandal jepit, perempuan itu perlahan menyusuri Jalan Affandi, Gejayan, Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman.

Langkahnya terhenti sejenak. Memungut botol kosong atau rongsokan yang ada di depannya. Cukup lama perempuan itu berhenti. Semakin mendekat, terlihat bahwa perempuan tersebut tidak sendiri.

Sri Subekti bersama salah satu anaknya Nisabela Putri mendorong gerobak untuk mencari rongsokan di Jalan Affandi, Gejayan, Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman, Senin (9/5/2022). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]
Sri Subekti bersama salah satu anaknya Nisabela Putri mendorong gerobak untuk mencari rongsokan di Jalan Affandi, Gejayan, Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman, Senin (9/5/2022). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

Ada seorang anak kecil yang duduk tenang di dalam gerobak rongsok itu. Anak perempuan. Masih mengenakan seragam SD. Sebuah topi ia pakai untuk melindungi diri dari teriknya siang itu. Dengan sebuah botol minuman rasa-rasa di tangannya.

Baca Juga:Minta Maaf Soal Dugaan Pungli Parkir Mie Gacoan Gejayan, Pihak Resto Buka Suara

Sri Subekti namanya. Perempuan berusia 46 itu mengaku memang sudah kesehariannya mencari rongsokan untuk dijual kembali. Dan anak perempuan yang ada di gerobaknya itu adalah anaknya. 

"Pulang sekolah baru saja. Ini anak saya baru kelas 3 SD. Ada adiknya kelas 2 tapi sedang main jadi tidak ikut muter, panas soalnya," kata Sri saat ditemui, Senin (9/5/2022).

Sri sendiri adalah pendatang dari Ngawi, Jawa Timur. Namun ia sudah terhitung selama 12 tahun berada di Yogyakarta. 

Dia yang telah berpisah dengan suaminya sekarang hanya sendirian mengurus dua orang anaknya. Ada satu lagi sebenarnya anaknya yang sudah berusia 26 tahun. Namun harus meninggal terlebih dulu akibat GERD (gastroesophageal reflux disease) atau penyakit asam lambung. 

"Di sini sudah 12 tahun sudah kayak orang sini cuma saya nggak punya rumah di sini. Sekarang ngekost sama dua anak saya," ungkapnya.

Baca Juga:Review Bintang Satu, Nama Mie Gacoan Gejayan di Google Maps Sampai Diganti Gara-Gara Parkir

Setiap hari Sri bersama anaknya berkeliling untuk mencari rongsokan dengan gerobaknya itu. Namun tidak serta merta anaknya itu dibawa setiap saat. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak