facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Viral, Mitos Plengkung Gading yang Tidak Boleh Dilewati Sultan?, Begini Alasannya

Muhammad Ilham Baktora Selasa, 17 Mei 2022 | 06:00 WIB

Viral, Mitos Plengkung Gading yang Tidak Boleh Dilewati Sultan?, Begini Alasannya
Sejumlah kendaraan melintas di sekitar Plengkung Gading. (Tiktok/@peltakpak)

Telah lama tersebar mitos sultan yang masih bertakhta dilarang melewati Plengkung Gading.

SuaraJogja.id - Akun Tiktok @peltakpak bagikan video berisi mitos mengenai Plengkung Gading. Salah satu tempat sakral yang masih menjadi bagian dari Keraton Jogja ini memiliki satu mitos yang terkenal di kalangan masyarakat.  Meskipun mitos ini telah banyak diketahui oleh warga di Jogja,  namun masih ada warga yang belum mengetahui mengenai mitos ini.

Mitos yang berkembang di Plengkung Gading adalah sultan yang masih memiliki takhta di Keraton Jogja tidak boleh melewati bangunan berwarna putih yang berbentuk seperti terowongan ini.

Video yang diunggah oleh @peltakpak pada Minggu (15/05/22) ini telah ditayangkan sebanyak 2.3 juta kali dan mendapatkan sejumlah 121 ribu suka dari netizen di Tiktok. Dalam unggahannya, pria ini mengungkapkan baru mengetahui mitos mengenai Plengkung Gading belakangan ini, meskipun dirinya telah tinggal di Kota Jogja selama 15 tahun.

"Selama 15 tahun di jogja aku baru tau ini," ungkap pengunggah video, dikutip Senin (16/5/2022).

Baca Juga: Membedah Sejarah dan Mitos Plengkung Gading, Situs Sakral yang Kini Diberi Pagar

Dalam video tersebut, terlihat pengunggah video ini sedang melewati Plengkung Gading atau Plengkung Nirbaya Gading yang berada di Jalan Patehan Kidul, Kelurahan Patehan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta. Bangunan yang berbentuk gapura ataupun pintu masuk ini berlokasi sekitar 300 meter dair Alun-alun.

Dalam unggahannya, pria ini menyatakan, "Ada yang udah tahu belum, kalau Sultan Yogyakarta selama memegang takhta tidak boleh lewat sini".

Karena pernyataannya tersebut, banyak warganet yang ikut berkomentar untuk menjawab alasan dari mitos yang tersebar di warga Jogja ini.

"Soalnya plengkung gading cuma buat pintu keluar Sultan Jogja yang sudah meninggal terus dimakamin di imogiri kalo gk salah," ungkap warganet.

"MITOS nya hanya jenazah sultan yang bole lewat situ kalo masih hidup gabole, tapi rakyat biasa boleh lewat situ ,kalo jenazah raykat biasa ga boleh," ungkap warganet lain.

"Biasanya plengkung gading jadi jalur buat iring-iringan ke pemakaman semisal ada raja yang wafat," kata warganet.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait