facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bernuansa Angker, Rumah di Playen Bekas Dipakai untuk Syuting KKN di Desa Penari Dijual Rp60 Juta

Galih Priatmojo Rabu, 18 Mei 2022 | 16:28 WIB

Bernuansa Angker, Rumah di Playen Bekas Dipakai untuk Syuting KKN di Desa Penari Dijual Rp60 Juta
rumah di Playen bekas syuting KKN di Desa Penari dijual dengan harga Rp60 Juta. [Kontributor / Julianto]

rumah di Playen yang dipakai untuk syuting KKN di Desa Penari dikenal angker oleh warga sekitar

SuaraJogja.id - Dusun Ngluweng Kalurahan Ngleri Kapanewon Playen Gunungkidul tengah jadi sorotan. Hal itu lantaran kawasan tersebut menjadi pusat syuting film KKN di Desa Penari.

Tercatat ada sebanyak 4 rumah dijadikan lokasi syuting film horor yang kini tengah naik daun tersebut. Salah satunya adalah rumah milik Ngadiyo yang lokasinya memang berada di pinggiran dan cukup terpencil. Salah satu warga yang ikut dalam produksi film tersebut, Subardo, mengungkapkan beberapa adegan film diambil dengan memanfaatkan berbagai sudut rumah milik Ngadiyo.

Pria yang didapuk jadi figuran hantu dalam film KKN di Desa Penari itu menuturkan beberapa adegan yang diambil di rumah tersebut diantaranya adalah ketika Bima dan Ayu meregang nyawa di atas tempat pembaringan. 

"Di sini juga adegan ketika salah seorang warga mengintip Widya dari luar dan yang nampak hanya ular. Itu lubang dindingnya masih ada,"terangnya, Rabu (18/5/2022).

Baca Juga: Fasilitas Riset Pangan di Playen Diresmikan, Ma'ruf Amin Tekankan Penambahan Anggaran

Dalam cerita tersebut, karena saat mengintip ada ular lalu warga berbondong-bondong membawa kayu dan senjata ingin menangkapnya. Adegan warga berlari tersebut juga dilakukan di rumah Ngadiyo. Warga antusias berlari meskipun saat itu di sekeliling rumah ditumbuhi tanaman berduri.

Adegan menegangkan lainnya yang diambil di rumah tersebut adalah ketika Bayu melempar bungkusan kepala monyet yang berlumuran darah. Adegan tersebut diambil di tengah ruangan sisi kiri rumah Ngadiyo.

"Di rumah itu juga ada adegan mbak Nur menggeledah tas milik Ayu. Dan properti lemari kecil berisi buku, itu lemari saya dibawa ke sini,"tambahnya.

Selain itu ada juga adegan ketika para peserta KKN tersebut menikmati kopi di luar ruangan. Di mana bagian depan rumah ngadiyo disetting dengan menempatkan beberapa meja kursi untuk minum kopi tersebut.

Rumah Angker

Baca Juga: Nekat Jual Pil Sapi ke Teman Sekolah, Remaja Perempuan Asal Playen Diciduk Polisi

Rumah Ngadiyo sendiri dikenal warga sekitar sebagai rumah angker. Untuk menuju ke rumah Ngadiyo, warga harus jalan kaki menembus rerimbunan pohon.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait