facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Demi Keselamatan Ternak, Warga Muntuk Gelar Upacara Adat Gumbreg Ageng

Eleonora PEW | Rahmat jiwandono Senin, 23 Mei 2022 | 08:45 WIB

Demi Keselamatan Ternak, Warga Muntuk Gelar Upacara Adat Gumbreg Ageng
Pelaksanaan Upacara Gumbreg Ageng di Lapangan Banjarharjo 1, Muntuk, Dlingo, Bantul pada Minggu (22/5/2022). - (SuaraJogja.id/Rahmat Jiwandono)

Dahulu kala mayoritas masyarakat Muntuk ialah penggembala ternak.

SuaraJogja.id - Warga Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul melaksanakan upacara adat Gumbreg Ageng pada hari ini di Lapangan Banjarharjo 1.

Menurut Ketua Pengurus Budaya Kalurahan Muntuk Sumarno, upacara adat tersebut digelar sebagai perayaan hari ulang tahun hewan bagi warga sekitar. Dahulu kala mayoritas masyarakat Muntuk ialah penggembala ternak.

"Ini adalah salah satu ada tradisi yang turun temurun di masyarakat Muntuk," jelasnya, Minggu (22/5/2022).

Sumarno menyampaikan, waktu peringatan Gumbreg Ageng tidak selalu sama, tetapi masih dalam penanggalan Jawa, yakni Wuku Gumbreg.

Baca Juga: Tegas, Banjarbaru Tutup Lalu Lintas Ternak dari Jatim dan Aceh, Cuma dari Daerah Ini Saja yang Diperbolehkan

"Karena bergembira, mereka (penggembala) merayakan Gumbregan pada kalender Jawa. Harinya beda-beda tapi masih dalam wuku gumbreg, (setiap) delapan bulan sekali," katanya.

Acara gumbregan diawali dengan pengambilan air di tiga sendang yaitu sendang Sinongko, Kumbang Sari, dan Sumur Tembaga. Kemudian air dibawa ke balai kalurahan lalu diarak kirab oleh kentong rampak dan tari-tarian.

"Tariannya itu rojokoyo dan ada hewan-hewan ternak dibawa ke lapangan. Inti acaranya adalah jamasan Rojokoyo di mana air dari sendang tadi untuk memandikan hewan ternak supaya sehat," ujar dia.

Pun hewan yang sudah dikumpulkan di lapangan, lanjutnya, warga tak lupa meminta keselamatan kepada Yang Maha Kuasa agar ternaknya sehat. Selanjutnya ada acara kenduri ada uborampe seperti nasi putih, gudangan, pala kesimpar, pala gumantung, buah, sayur, dan dawet.

"Sebagian diberikan kepada hewan dan masyarakat. Makanan itu dikemas dalam sarang yang terbuat dari blarak atau daun kelapa," papar dia.

Baca Juga: Peternak dan Warga Kalbar Diminta untuk Tak Panik Soal PMK Ternak, Kenapa?

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait