Ikut Sidang Pengendalian Senjata, Anggota DPR AS Pamer Pistol

Kubu Republik di Senat sangat membela hak kepemilikan senjata.

Galih Priatmojo
Jum'at, 03 Juni 2022 | 14:09 WIB
Ikut Sidang Pengendalian Senjata, Anggota DPR AS Pamer Pistol
Anggota DPR AS dari Partai Republik Greg Steube mengangkat pistol saat berbicara melalui tautan video dalam sidang Komite Kehakiman DPR untuk memperdebatkan undang-undang pengendalian senjata di Capitol Hill, Washington, AS, 2 Juni 2022. ANTARA/REUTERS/Evelyn Hockstein/as

"Sangat disayangkan bahwa kubu Demokrat terburu-buru mengangkat soal ini sekarang lewat sesuatu yang tampak seperti teater politik," kata anggota DPR Republik, Jim Jordan.

"Kami turut berduka cita untuk masyarakat Uvalde," katanya, menambahkan.

Sementara itu, sekelompok senator bipartisan sedang mencoba menyusun RUU dengan cakupan terbatas.

RUU itu akan difokuskan pada peningkatan keamanan sekolah dan kemungkinan memberlakukan undang-undang yang memungkinkan pihak berwenang menyita senjata dari penderita gangguan kejiwaan.

Baca Juga:Amerika Serikat Bersiap Berikan Vaksin Covid-19 Untuk Balita, Kemungkinan Mulai 21 Juni

Upaya-upaya semacam itu sebelumnya telah menemui kegagalan.

Biden diperkirakan akan meminta Kongres untuk bertindak dalam pidato nasional tentang kekerasan senjata yang akan disampaikan pada 19.30 waktu setempat (Jumat 06.30 WIB).

RUU yang lebih luas di DPR akan menaikkan batas minimal usia pembeli senjata tertentu dari 18 tahun menjadi 21 tahun dan menekan perdagangan senjata. RUU itu juga akan membatasi alat pengisi amunisi berkapasitas besar.

Nadler, seorang Demokrat, membuka debat dengan menegaskan ada 400 juta senjata genggam di negara itu dan 45.000 orang Amerika tewas dalam kekerasan senjata pada 2020.

Mengantisipasi argumen Republik bahwa Demokrat terlalu cepat bergerak setelah penembakan di Uvalde pada 24 Mei itu, Nadler mengatakan, "Terlalu dini? Teman-teman, apa lagi yang kalian tunggu?"

Baca Juga:Pulang dari Amerika Serikat, Jimin BTS Tulis Surat Permintaan Maaf, Ada Apa?

Dia lalu menceritakan catatan panjang penembakan di sekolah dalam beberapa dekade terakhir.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak