facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Enam Fakta Lain Kasus Pelecehan Seksual Siswa SMA SPI yang Menyeret Julianto Eka Putra

Muhammad Ilham Baktora Kamis, 07 Juli 2022 | 14:10 WIB

Enam Fakta Lain Kasus Pelecehan Seksual Siswa SMA SPI yang Menyeret Julianto Eka Putra
Dua korban kasus kekerasan seksual siswa SMA SPI oleh Julianto Eka Putra. (Youtube/Deddy Corbuzier)

Kasus kekerasan seksual yang dilakukan Pendiri SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI), Julianto Eka Putra mencuat lagi usai dua orang korban angkat bicara di podcast Dedy Corbuzier

SuaraJogja.id - Semenjak pelaku, Pendiri SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI), Julianto Eka Putra dilaporkan atas kasus dugaan kekerasan seksual yang dialami oleh sejumlah siswa SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) pada Mei 2021 lalu, kini kasusnya kembali mencuat ke publik.

Hal tersebut terjadi usai sejumlah korban angkat bicara saat  diundang ke podcast 'Close The Door' milik Deddy Corbuzier pada Rabu (6/7/2022).

Dalam artikel berikut akan mengulas mengenai 6 fakta terbaru kasus dugaan kekerasan seksual di SMA SPI tersebut. Simak ulasan berikut!

1. Iming-Iming Dijadikan Orang Sukses

Baca Juga: Akun Instagram Diduga Milik Julianto Eka Putra Diserang Warganet: Syahwat Pagi Indonesia

Melalui podcast milik Deddy Corbuzier tersebut, kedua perempuan yang merupakan korban kekerasan seksual dari terduga pelaku berinisial JE tersebut, menceritakan kronologi kejadian kekerasan seksual yang dialaminya.

Menurut keterangan korban dalam podcast tersebut, kekerasan seksual yang dialaminya tersebut, sebelum melakukan aksi bejatnya, JE sempat memberikan motivasi hingga singgung kondisi perekonomian keluarga korban.

JE bilang kamu bisa mengangkat perekonomian keluarga, saya bisa jadikan kamu orang yang sukses kalo kamu nurut sama saya," ujarnya, dilansir Suarajogja.id pada Kamis (07/07/2022).

Tak hanya itu, kedua perempuan itu turut membeberkan bagaimana sosok JE, aktor utama dalam kasus pelecehan seksual tersebut kerap memperlakukan dirinya.

"Dia juga bilang anggap saya seperti ayahmu sendiri. Kan saya memang tidak ada ayah sejak saya SD,” ujarnya.

Baca Juga: Kak Seto Bela Julianto Eka Putra di Sidang, Arist Merdeka Sirait: Seto Mulyadi Menggali Kuburnya Sendiri

2. Laporan Komnas Perlindungan Anak

Kasus kekerasan seksual di SMA SPI berawal dari pelaporan Komnas Perlindungan Anak yang dialamatkan ke sosok berinisial JE yang disebut-sebut sebagai salah satu pihak pendiri sekolah tersebut.

Laporan tersebut dilayangkan ke Polda Jatim atas dugaan kasus asusila dan eksploitasi anak pada hari Sabtu, 29 Mei 2021.

3. Korban Mencapai 21 Orang

Awal mula kasus kekerasan seksual yang menjerat JE mulai mencuat ke publik, laporan demi laporan berdatangan dari para korban.

Berawal dari laporan 15 orang siswa hingga 3 orang diantaranya, diduga memiliki permasalahan yang cukup serius berkaitan dengan kasus tersebut. Jumlah Tersebut masih memiliki potensi bertambah mengingat aksi kekerasan seksual yang dilakukan JE tersebut terjadi sejak 2009 silam.

3. Pihak Sekolah Hingga Pelaku Bantah Tuduhan Tersebut

Setelah kabar kasus kekerasan seksual yang menyeret pendiri SMA SPI, Julianto Eka Putra dilaporkan ke Polda Jatim tercium publik, pihak sekolah bersama dengan pelaku sempat membantah tuduhan tersebut.

Menurut pengakuan pihak sekolah, selama ini tidak pernah menemukan adanya perilaku kekerasan seksual yang menimpa siswanya seperti yang dilaporkan Komnas Perlindungan Anak. Pihak sekolah menuding ada tuduhan dari pihak yang sengaja memberikan laporan palsu dengan mengatasnamakan JE.

4. Ditetapkan Sebagai Pelaku

Setelah JE diamankan pihak kepolisian Polda Jatim atas dugaan kasus kekerasan seksual dan eksploitasi ekonomi terhadap sejumlah siswa SMA SPI, JE kemudian ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan gelar perkara pada Kamis (5/8/2021).

5. Pelaku Belum Ditahan

Setelah ditetapkan sebagai terdakwa pada hasil keputusan sidang pertama pada Rabu (16/2/2022), diketahui tidak ada tindakan penahanan terhadap JE. 

Hal tersebut turut disayangkan oleh Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait. Menurutnya, seharusnya pihak berwenang melakukan penahanan setelah terdakwa dikenakan pasal 82 UU Nomor 17 tahun 2016 dengan ancaman minimal lima tahun.

6. Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Setelah sidang lanjutan kasus kekerasan seksual yang melibatkan siswa SMA SPI digelar di Pengadilan Negeri (PN) Malang pada Kamis (02/06/2022) lalu, menyebut JE berpotensi terancam 3 tahun pidana dan maksimal hukuman 15 tahun penjara.

Kontributor : Gita Putri Rahmawati

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait