Menurut Baning, rendahnya cakupan vaksinasi booster dibanding dosis pertama dan kedua, karena keinginan masyarakat untuk mendapatkan booster itu rendah. Apalagi di Kulon Progo relatif pelaku perjalanannya rendah, dan mall juga tidak ada.
"Masyarakat beranggapan bahwa vaksinasi dua kali sudah cukup," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Sri Budi Utami mengatakan kendala vaksinasi booster, yakni minat masyarakat terhadap vaksinasi tidak setinggi saat vaksin dosis pertama dan kedua.
Hal ini kemungkinan karena kasus COVID-19 yang sudah sangat landai.
Baca Juga:Vaksinasi Booster Masih Rendah, Eva Dwiana: Warga Sudah Merasa Aman dengan Vaksinasi Dosis Kedua
"Masyarakat merasa vaksinasi dua kali sudah cukup," katanya.
Selain itu, lanjut Sri Budi, rendahnya minat masyarakat melakukan vaksinasi booster, yakni tidak ada kewajiban vaksinasi booster bagi masyarakat khususnya saat perjalanan maupun ke tempat-tempat tertentu.
"Kemudian, adanya informasi angka kekebalan untuk COVID-19 yang cukup tinggi dari survei yang telah dilakukan pusat," katanya. [ANTARA]