Ramai Disabilitas Dilarang Naik KRL di Solo, Penggagas Difa Bike Jogja Sebut Harus Ada Gerbong Khusus

Peristiwa yang dibagikan akun Twitter @merapi_uncover berupa video itu menayangkan seorang penyandang disabilitas bernama Yohans ditolak menggunakan KRL.

Muhammad Ilham Baktora
Kamis, 28 Juli 2022 | 18:14 WIB
Ramai Disabilitas Dilarang Naik KRL di Solo, Penggagas Difa Bike Jogja Sebut Harus Ada Gerbong Khusus
Ilustrasi Stasiun (Pexels.com/Plato Terentev)

SuaraJogja.id - Penggagas Difa Bike sekaligus aktivis disabilitas asal Yogyakarta, Triyono ikut menanggapi adanya persoalan penyandang disabilitas dilarang untuk mengakses layanan KRL di Stasiun Solo Balapan. Menurutnya PT KAI, harus menyediakan satu gerbong khusus untuk para difabel, hal itu juga memudahkan petugas dalam memberikan pelayanan.

Triyono mengatakan bahwa komunikasi bersama PT KAI Daop VI Yogyakarta sudah dilakukan. Pihaknya juga telah memberikan masukan kepada para pimpinan untuk melaksankan aturan yang tertuang dalam UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Hak Penyandang Disabilitas termasuk di dalamnya aksesbilitas.

"Namun yang terjadi adalah pergantian pimpinan ini yang jadi kendala. Sebelumnya sudah terjalin baik, namun saat pergantian kepimpinan hal itu kadang dilupakan," kata Triyono dihubungi wartawan, Kamis (28/7/2022).

Ia mengatakan hal ini dapat terjadi miss komunikasi yang bisa berpengaruh terhadap perekrutan pegawai baru. Aturan ini tidak dijadikan materi dalam pelayanan penumpang berkebutuhan khusus.

Baca Juga:Penyandang Disabilitas Ditolak Naik KRL di Stasiun Balapan Solo, Gibran: Difasilitasi, Bukan Disingkir-singkirkan!

"Jadi saat training pegawai baru ini ada miss yang terjadi. Karena setiap disabilitas ini kan berbeda-beda. Misal ada yang memang menggunakan kursi roda sport, jadi harus panjang. Artinya standar pelayanan ini yang harus dibenahi juga oleh KAI," terang dia.

Triyono melanjutkan, penerapan UU 8 Tahun 2016 ini jangan berhenti menyasar ke NGO saja, namun ke BUMN termasuk transportasi juga harus memberikan hak-hak tersebut ke disabilitas.

Berbicara soal kereta api, kata Triyono tentunya harus ada satu gerbong khusus untuk para penyandang disabilitas. Meskipun PT KAI sudah menyediakan kursi khusus di setiap gerbong, hal itu dinilai masih kurang.

Tangkapan layar penyandang disabilitas dilarang naik KRL. (Twitter/@merapi_uncover)
Tangkapan layar penyandang disabilitas dilarang naik KRL. (Twitter/@merapi_uncover)

"Karena belum tentu satu disabilitas bisa menempati kursi khusus itu, kembali lagi karena disabilitas orang itu kan berbeda. Maka dengan adanya satu gerbong itu lebih memudahkan. Apalagi saat ada rombongan, solusi gerbong ini lebih membantu," terang dia.

Bisa dikatakan ini adalah usulan yang perlu menjadi pertimbangan PT KAI. Mengingat persoalan yang terjadi di Stasiun Solo Balapan itu masalah sepele yang seharusnya tidak menjadi viral.

Baca Juga:Duh! Muncul Video Viral Penyandang Disabilitas Ditolak Naik KRL di Stasiun Balapan Solo

"Yang jadi persoalannya itu kan dia tidak bisa naik dan diminta menggunakan transportasi lain, nah kalau begitu kan ngusir. Harusnya ada opsi, misal diantarkan ke tempat khusus disabilitas dan kursi rodanya diletakkan di tempat yang lebih longgar, kalau ada tempat kargonya di sana kan bisa," kata dia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak