facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sepi Pembeli, Pedagang Merchandise di Piala AFF U-16 Keluhkan Dagangan Tidak Laku

Eleonora PEW | Wahyu Turi Krisanti Sabtu, 06 Agustus 2022 | 13:34 WIB

Sepi Pembeli, Pedagang Merchandise di Piala AFF U-16 Keluhkan Dagangan Tidak Laku
Suasana sepi di lapak merchandise bola milik Wahyudi dan rekan-rekannya, Jumat (5/8/2022) - (SuaraJogja.id/Wahyu Turi)

"Saya dan teman-teman yang disini jualan di Maguwoharjo, karena di sana sepi saya sampai lempar dagangan ke Sultan Agung tapi sama saja."

SuaraJogja.id - Pedagang merchandise bola yang membuka lapak dalam pertandingan Piala AFF U-16 2022 mengeluhkan sepi pembeli. Diungkapkan oleh salah satu pedagang, Wahyudi (45) yang membuka lapakannya di Stadion Sultan Agung Bantul maupun Stadion Maguwoharjo Sleman.

"Saya dan teman-teman yang disini jualan di Maguwoharjo, karena di sana sepi saya sampai lempar dagangan ke Sultan Agung tapi sama saja," terangnya, Jumat (5/8/2022).

Saat disambangi Wahyudi dan keempat temannya mengaku baru menjual 2 potong kaus seharga Rp150 ribu. Namun hasil tersebut jauh masih kurang dari yang diharapkan.

"Alhamdulilah laku 2 kaus daripada tidak laku sama sekali. Tapi laku pun sama saja uangnya habis buat makan sama bahan bakar," katanya.

Baca Juga: Video Viral Pedagang Kaki Lima Pakai Mobil-mobil Bagus, Publik: Yang Beli Kena Mental Duluan

Wahyudi menambahkan bahwa daya beli masyarakat di Yogyakarta berbeda dengan kota lain. Biasanya satu potong kaus dia bisa menjual seharga Rp170 ribu. Namun dalam gelaran ini dia hanya menjual seharga Rp100 ribu per potongnya.

"Biasanya di kota lain bisa jual mentok harga Rp170 ribu, tapi disini cuma berani Rp100 ribu. Itu pun masih ditawar sama pembeli," ungkapnya.

Karena berasal dari Bandung ditambah penjualan kaus yang tidak ramai, Wahyudi dan rekan-rekannya harus merogoh kocek lebih dalam untuk biaya akomodasi. Dengan hasil yang kurang memuaskan, Wahyudi beserta beberapa rekannya sampai menjual bendera merah putih untuk melengkapi penghasilan yang kurang didapatkan.

"Sebenarnya saya cuma jual kaus, karena sepi saya dan teman-teman nambah jual bendera," ujarnya.

Selain itu Wahyudi mengatakan dari segi promosi ajang piala AFF U-16 ini kurang baik dibandingkan ajang sebelumnya sehingga mempengaruhi jumlah penjualan dari dagangan yang ia jajakan.

Baca Juga: Hitung-hitungan Indonesia Jumpa Malaysia di Semifinal Piala AFF U-16 2022

"Liga 1 kemarin malah ramai banget penjualannya, ini pertandingan internasional tapi sepi, bahkan banyak yang tidak tau kalau ada pertandingan bola. Malah banyak yang tanya di saya soal pertandingan ini," tutupnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait