Napak Tilas Bu Ruswo: Dari Dapur Umum ke Gelanggang Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Bu Ruswo pejuang yang punya peran krusial di masa perjuangan Indonesia jejak sejarahnya masih bisa dilihat di kawasan Yogyakarta

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 17 Agustus 2022 | 14:30 WIB
Napak Tilas Bu Ruswo: Dari Dapur Umum ke Gelanggang Perjuangan Kemerdekaan Indonesia
Ilustrasi Bu Ruswo. [Iqbal Asaputro / SuaraJogja.id]

Bandi menambahkan bahwa sosok Ibu Ruswo dikenal juga sebagai ibu pelindung. Terlebih saat berjuang menghidupi dan melindungi para gerilyawan yang maju ke medan pertempuran lewat kesederhanaan dapur umumnya.

"Seorang ibu yang baik dan pelindung. Beliau itu pelindung, bagaimana melindungi, menghidupi gerilya. Melindungi mereka-mereka yang bergerilya. Itu lah sosok Ibu Ruswo. Dan kita sebagai generasi muda harus berterima kasih kepada sosok-sosok seperti Ibu Ruswo. Itu pahlawan," ujarnya.

Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah

Menurut Bandi ada banyak peninggalan Ibu Ruswo yang dapat terus dipelajari hingga zaman sekarang. Ia sangat memegang teguh pernyataan 'Jas Merah' atau diketahui sebagai singkatan dari jangan sekali-kali meninggalkan sejarah.

Baca Juga:10 Tahun Berjualan, Pedagang Lawar Babi di Bali Ini Merasa Belum Merdeka

Ia menyarankan generasi muda sekarang untuk kembali belajar dari sejarah yang ada. Mengingat dan merefleksikan kembali perjuangan para pejuang di masa lalu, termasuk Ibu Ruswo. 

"Makanya jas merah, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Belajarlah dari sejarah. Bagaimana kalau kita ini berpikir, bernostalgia, kalau tidak ada proklamasi, apakah sekarang ada orang-orang yang bisa sekolah, jadi profesor, doktor, yang sekarang jadi pejabat, jadi jenderal," tegasnya.

Tidak hanya kemudian mempelajari saja. Namun kemudian membuat Indonesia menjadi lebih baik di masa mendatang.

"Itu kalau tidak ada proklamasi kan tidak mungkin ada. Nah sekarang dari situ lah mengetuk hati, beliau-beliau yang pintar dan punya jabatan itu, apa yang bisa kita perbuat untuk negeri ini. Karena beliau sudah punya kesempatan, pendidikan yang tinggi bisa jadi tokoh masyarakat, itu kalau tidak ada proklamasi mungkin tidak ada," sambungnya.

Khusus untuk sosok Ibu Ruswo sendiri adalah keikhlasannya yang sangat bisa dicontoh. Bagaimana, Ibu Ruswo yang bukan dari keluarga siapa-siapa dengan kesadaran itu berjuang lewat dapur umum di rumahnya.

Baca Juga:Bentuk Protes ke Pemerintah, Warga Demak Tetap Khidmat Gelar Upacara HUT ke-77 RI di Tengah Kepungan Banjir Rob

"Keikhlasan beliau untuk membantu Indonesia menuju kemerdekaan, itu yang penting, keikhlasan. Beliau sangat ikhlas yang saya dengarnya, sangat ikhlas. Itu yang harus dimiliki generasi muda. Keikhlasan, keberanian, ketekunan," ungkapnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak