Musim Tak Lagi Konsisten, Biji Kopi Menciut

Pergeseran iklim yang mengakibatkan produktivitas dan kuantitas kopi itu menurun.

Galih Priatmojo
Kamis, 08 September 2022 | 17:43 WIB
Musim Tak Lagi Konsisten, Biji Kopi Menciut
ilustrasi produksi kopi merapi yang turun drastis. [Iqbal Asaputra / SuaraJogja.id]

"Ini aku melihatnya dari sudut pandang orang bodoh yang tidak paham apa itu iklim dan lain-lain, aku melihatnya dari sudut pandang itu," lanjut dia.

Biji kopi mentah (green beans) hasil panen kebun milik Sumarno. (kontributor/uli febriarni)
Biji kopi mentah (green beans) hasil panen kebun milik Sumarno. (kontributor/uli febriarni)

Jadwal berikutnya, idealnya pada November-Desember itu musim hujan dan bakal buah muncul perlahan. Pada Desember-Januari, tanaman kopi akan tersiram air hujan. Air hujan tersebut tentunya membantu penyerapan nutrisi ke tanaman sampai disalurkan ke buah.

Kalau sudah demikian, buah yang muncul banyak, bagus dan berair.

"Tapi kejadian tahun kemarin, Desember-Januari malah panas. Akhirnya buah jadi mengering, ada juga yang bijinya kecil tapi buahnya sudah merah. Jadi bijinya belum matang, tapi buahnya sudah merah," sebutnya.

Baca Juga:Gawat! BI Prediksi Perubahan Iklim akan Berdampak Kerugian pada Produk Domestik Bruto Sebesar 40 Persen

Kualitas biji yang didapat nutrisinya belum banyak, kompleksitas rasa juga menurun dan berat biji lebih enteng.

Sepanjang yang Andry ketahui, sebetulnya banyak keluhan muncul dari pembudidaya dan pebisnis kopi atas imbas pemanasan global.

Tetapi tentu saja para petani tak tinggal diam. Mereka melakukan sejumlah upaya untuk mengurangi dampak buruk iklim saat ini terhadap tanaman kopi milik mereka.

Kontributor : Uli Febriarni

Baca Juga:Terus Turun Drastis, Produksi Garam Rakyat Terganggu Perubahan Iklim

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak