"Lebih bagus ketoprak di kampung, lha ini gelap semua, penyanyinya tak banyak gerak," paparnya.
Tak hanya penonton yang mengungkapkan kekecewaanya pada konser Westlife kali ini, sosial media (sosmed) Twitter pun ramai dengan cuitan tentang konser tersebut. Kebanyakan akun mengungkapkan kekesalannya pada konser yang tak sesuai harapannya.
Sementara Founder Rajawali Indonesia sebagai promotor konser Westlife, Anas Alimi mengakui tidak bisa berbuat banyak dengan hujan yang terus mengguyur Candi Prambanan. Force majeure (keadaan kahar) tersebut yang yang menyebabkan Westlife tidak bisa tampil optimal dengan dukungan tata panggung yang baik.
"Sejumlah teknis panggung harus disesuaikan, karena hujan lebat yang mengguyur dari sore hingga malam hari. LED, lighting tidak difungsikan," jelasnya.
Baca Juga:Viral Penonton Konser Ardhito Pramono di Palembang Tak Bisa Masuk PSCC, Padahal Sudah Beli Tiket
Menurut Anas, tidak difungsikannya LED dan lighting dengan maksimal merupakan kesepakatan dari manajemen Westlife dengan tim dari Rajawali Indonesia. Mereka khawatir jika dipaksakan menyala, maka terjadi hal yang tidak diinginkan.
"Ada kekhawatiran, jadi tetap safety first. Pihak Westlife juga safety first. Jadi yang palinh aman setelah hujan cuma sound system," jelasnya.
Anas menyebut Westlife tetap tampil meski dengan banyak keterbatasan hingga selesai. Anas meminta maaf karena kurang optimalnya konser yang disebabkan kendala yang tidak terduga.
"Sebagai promotor, kami akan memberikan yang terbaik kedepan.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga:Momen The Script Telepon Mantan Pacar Penonton saat Konser, Nyanyi Lagu Nothing