Soroti Peristiwa Atap Sekolah Runtuh, Pegiat Pendidikan: Bagi Non Difabel Saja Belum Layak, Apalagi untuk Difabel

Disdik sebut ada sebanyak 60 sekolah di Sleman yang butuh direhabilitasi

Galih Priatmojo
Rabu, 09 November 2022 | 19:26 WIB
Soroti Peristiwa Atap Sekolah Runtuh, Pegiat Pendidikan: Bagi Non Difabel Saja Belum Layak, Apalagi untuk Difabel
Suasana ruang kelas SD Muhammadiyah Bogor yang atapnya ambruk di Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (8/11/2022). [Kontributor Suarajogja.id/ Julianto]

"Program-program itu juga program komite, program sekolah, program orang dewasa semua. Anaknya gak diajak ngomong, gak diajak ngobrol," ucapnya. 

Padahal dengan melibatkan anak dalam perumusan program pembangunan, telah melatih anak-anak untuk berpikir dan mengasah empati mereka. Setidaknya untuk memahami sarana prasarana seperti apa yang  ramah untuk dirinya, temannya, gurunya. 

"Tapi yang terjadi, program-program sekolah itu program komite, program orang tua. Apa yang dipikirkan orang tua belum tentu sama dengan yang dipikirkan anak-anak kan," terangnya. 

"Apalagi untuk anak difabel, blas gak ono ramah-ramahe (sama sekali tidak ada ramah-ramahnya)," imbuh perempuan yang pernah mendampingi DS, -wali murid yang diintimidasi oleh sekolah di Kapanewon Kalasan- ini.

Baca Juga:Sinopsis Film Tegar, Kisah Anak Difabel Mewujudkan Mimpi yang Tayang di Bioskop 24 November

Kontributor : Uli Febriarni

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak