Kasus Covid-19 Merangkak Naik, IDI DIY Ingatkan Hal Ini

pandemi Covid-19 belum benar-benar berakhir.

Galih Priatmojo
Minggu, 20 November 2022 | 11:05 WIB
Kasus Covid-19 Merangkak Naik, IDI DIY Ingatkan Hal Ini
Ilustrasi Covid-19 (Pexels.com/Edward Jenner)

SuaraJogja.id - Kasus Covid-19 di DIY merangkak naik dalam beberapa waktu terakhir. Data terakhir dari Dinas Kesehatan DIY per Jumat (18/11/2022) kemarin tambahan kasus baru harian mencapai 104 orang.

Menanggapi hal itu Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DIY, Joko Murdiyanto, menyatakan pentingnya masyarakat untuk tetap kembali waspada. Salah satunya dengan cara memperketat penarapan protokol kesehatan (prokes). 

"Kami mengimbau kepada siapapun untuk mari tingkatkan prokes, protokol kesehatan harus kita ikuti. Cuci tangan, jaga jarak, pakai masker," ujar Joko kepada awak media, Sabtu (19/11/2022).

Joko tidak memungkiri penerapan prokes di tengah masyarakat saat ini sudah terbilang longgar. Padahal di sisi lain pandemi Covid-19 belum benar-benar berakhir.

Baca Juga:Prakiraan Cuaca di Jogja 20 November 2022, Sebagian Besar Wilayah DIY Berawan

Selain penerapan prokes, kata Joko, tak kalah penting adalah peran dari pemerintah melakukan 3T atau tracing, testing dan treatment di masyarakat. Agar angka kasus penularan Covid-19 dapat terus ditekan. 

"Angka vaksinasi kita di DIY memang sudah cukup bagus. Tapi untuk jika ada yang belum vaksinasi Covid-19 booster segera booster. Prokes bagi yang punya komorbid diketatkan lagi," ucapnya.

Joko sendiri tidak bisa memastikan penyebab peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi di DIY sekarang ini. Namun, ia menilai penerapan prokes yang sudah mulai jarang jadi salah satu penyebabnya.

Pihaknya tak berkomentar lebih jauh terkait dengan potensi varian Covid-19 baru yang menjadi biang kerok peningkatan kasus ini. Joko hanya berpesan untuk tetap menjaga prokes dalam saat-saat ini.

"Apapun varian baru atau tidak, kita harus tetap ketat prokes. Karena bagaimanapun virus itu akan bisa sangat mudah menyesuaikan diri terlepas baru atau tidak kalau bisa prokes ketat. Kemudian vaksinasi booster," tegasnya.

Baca Juga:Tegas Tolak RUU Omnibus Law Kesehatan, Organisasi Profesi di DIY Khawatirkan Sejumlah Hal Ini

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Satgas COVID-19 DIY Biwara Yuswantana mengatakan kasus Covid-19 di DIY masih akan terus naik hingga beberapa waktu ke depan.

"Diperkirakan kasus akan terus naik 40 hari kedepan hingga Desember dan awal tahun 2023," ujar Biwara.

Sementara itu, subvarian Covid-19 XBB tengah menjadi fokus berbagai negara. Bahkan saat ini varian XBB juga telah teridentifikasi masuk ke Indonesia.

Ketua Kelompok Kerja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM Gunadi, mengimbau masyarakat untuk tidak perlu panik menghadapi subvarian baru Covid-19 itu. Kendati demikian waspada dan penerapan protokol kesehatan harus selalu dilakukan.

"Jangan khawatir berlebihan. Bagi yang belum vaksin segerakan vaksin dan lakukan booster juga bagi yang belum untuk meningkatkan perlindungan terhadap penularan Covid-19 sub varian baru ini," ujar Gunadi.

News

Terkini

Sandi mengajak semua menteri dan delegasi yang hadir untuk menjadi rojali di ATF tahun ini.

News | 11:16 WIB

Saya ngajak kerjasama parpol (partai politik), pemerintah mengajukan RUU Perampasan Aset.

News | 11:12 WIB

Masyarakat yang sedang melakukan aktivitas di CFD menjadi target utama dari pemasaran produk SUN Ritel khususnya SBR.

News | 23:43 WIB

massa Forum Ukhuwah Islamiyyah DIY gelar aksi mengecam pembakaran Al Quran di Swedia

News | 23:18 WIB

Mahfud MD menyinggung RUU tentang Pembatasan Uang Kartal yang belum juga disahkan.

News | 23:09 WIB

BRI berhasil meraih peringkat bergengsi dari Asean Corporate Governance Scored Card atau ACGS.

News | 20:01 WIB

Semarakkan bulan kasih sayang, Sleman City Hall menyelenggarakan berbagai acara menarik, mulai dari konser Fiersa Besari hingga charity event berhadiah tiket konser BLACKPINK.

Lifestyle | 18:34 WIB

Ratusan orang hadir dengan memakai kebaya untuk memeriahkan acara launching Pakuwon Mall Jogja, Jumat (3/2/2023).

Lifestyle | 17:38 WIB

Terrence menyebutkan bahwa wilayah Asia Tenggara masih menjadi sumber utama bagi Singapura.

News | 14:22 WIB

Teror itu bermuatan politik. Teror buat masyarakat ketakutan. Kalau orang ketakutan, ada orang masuk seolah pahlawan.

News | 14:05 WIB

Program MRA-TP dirancang untuk memfasilitasi pergerakan tenaga kerja profesional pariwisata antaranggota ASEAN

News | 13:55 WIB

Yogyakarta menjadi tuan rumah gelaran ASEAN Tourism Forum atau ATF 2023.

News | 13:45 WIB

Dengan pertumbuhan yang cukup pesat tersebut, ia optimis target 30 juta UMKM yang terdigitalisasi pada 2024 nanti dapat tercapai.

News | 11:38 WIB

Berikut ini kumpulan doa setelah salat fardu yang dapat kamu baca dan amalkan untuk memohon ampunan dari Allah SWT

Lifestyle | 11:15 WIB

belakangan isu tentang kasus penculikan santer beredar di DIY

News | 20:41 WIB
Tampilkan lebih banyak