Erupsi Gunung Merapi Capai 7 Kilometer, Ini yang Jadi Penyebabnya

Menurut Agus, kubah lava barat daya menempati tempat yang miring.

Muhammad Ilham Baktora
Sabtu, 11 Maret 2023 | 22:17 WIB
Erupsi Gunung Merapi Capai 7 Kilometer, Ini yang Jadi Penyebabnya
Merapi Kembali Erupsi (Twitter/BPPTKG)

SuaraJogja.id - Gunung Merapi masih terus meluncurkan awan panas pada Sabtu (11/3/2023). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut terjadi 24 kali rentetan awan panas guguran.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santosa, Sabtu Sore mengungkapkan erupsi Gunung Merapi terjadi karena awan panas yang memicu runtuhnya kubah lava di barat daya. Selain itu terjadi tekanan aktivitas magmatik dari dalam gunung Merapi yang terus terjadi.

"Aktivitas gunung merapi memang unik karena ada dua kubah lava. Di mana awan panas kali ini terkait kubah barat daya yang runtuh sehingga mengarah ke barat daya. Dan aktivitas tadi siang adalah memang kombinasi runtuhnya kubah lava dengan tekanan magma dari dalam," paparnya.

Menurut Agus, kubah lava barat daya menempati tempat yang miring. Kubah tersebut benar-benar tidak stabil sehingga saat mendapat dorongan dari dalam atau tidak, maka bisa secara tiba-tiba runtuh.

Baca Juga:Sejarah Erupsi Gunung Merapi dari Masa ke Masa

Suplai magma pun masih terus terjadi. Hal itu berpotensi keluarnya magma dari dalam bumi masih tinggi. Aktivitas itu yang menyebabkan kenapa status Gunung Merapi saat ini berada di level III alias siaga diterapkan

"Setahun aktivitas sesmig dan awan panas ke arah barat daya, jarak paling besar terjadi hari ini. Tetapi sejak 2021 ini ada yang lebih tinggi yaitu di Gendol yang juga jaraknya 5 km, setahun terakhir," jelasnya.

Pada peristiwa alam kali ini, lanjut Agus, luncuran awan panas memang berpotensi luncuran awan panas ke arah barat daya sejauh 7 km dan selatan 5 km. Karenanya masyarakat diharapkan tetap tenang. Sebab erupsi Sabtu siang masih di dalam radius potensi bahaya yang ditetapkan.

"Saat ini belum perlu evakuasi, hanya dihimbau untuk bersiap-siap saja jika terjadi hal yang urgent," jelasnya.

Dengan aktivitas erupsi yang seperti ini, lanjut Agus, maka potensi bahaya Gunung Merapi lebih terukur. Besar kubah lava pun bisa dihitung untuk memperkirakan jarak luncur awan panas yang terjadi.

Baca Juga:Luncuran Erupsi Gunung Merapi Capai 7 Kilometer, Sultan: Tidak Masalah

"Karena terukur sehingga masyarakat sudah tenang karena tahu tidak akan menjangkau pemukiman mereka," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak