Temukan Makanan Dibungkus Tidak Higienis, BBPOM DIY Minta Supermarket Perbaiki Kemasan

meski dinyatakan aman, sejumlah makanan seperti kolang-kaling dan kurma curah ternyata tidak dikemas secara higienis.

Galih Priatmojo
Kamis, 13 April 2023 | 17:59 WIB
Temukan Makanan Dibungkus Tidak Higienis, BBPOM DIY Minta Supermarket Perbaiki Kemasan
Petugas dari BBPOM DIY melakukan pengecekan bahan pangan di Indogrosir, Kamis (13/04/2023). [Kontributor/Putu Ayu Palupi]

SuaraJogja.id - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DIY melakukan pengawasan peredaran hampers dan stok pangan menjelang Lebaran, Kamis (13/04/2023). Pengawasan intensifikasi pangan dilakukan untuk memastikan stok pangan di pasaran layak untuk dikonsumsi.

Sebab saat ini ketersediaan pangan di berbagai supermarket, pasar, toko dan lainnya meningkat cukup signifikan. Masyarakat pun mulai berburu pangan untuk persiapan Lebaran.

Dari hasil sampling atau contoh 22 jenis makanan yang diambil di dua supermarket dan pedagang , ada pengemasan makanan yang belum dilakukan secara optimal. Karenanya BBPOM meminta perbaikan pengemasan.

"Dari 16 sampling, baik yang ada didalam supermarket dan pedagang diluar, kita curigai ada bahan berbahaya. Namun semuanya ternyata memenuhi syarat, artinya tidak mengandung bahan berbahaya," ungkap Kepala BBPOM DIY, Trikoranti Mustikasari disela pengawasan, Kamis Sore.

Baca Juga:Aturan Baru Mudik Lebaran 2023, Pelabuhan Merak Hanya untuk Mobil

Menurut Trikoranti, meski dinyatakan aman, sejumlah makanan seperti kolang-kaling dan kurma curah ternyata tidak dikemas secara higienis. Sehingga kedua jenis makanan tersebut banyak yang dikelilingi lalat.

Selain itu ada produk  seperti parutan kelapa yang tidak dicantumkan tanggal kadaluwarsanya. Padahal penanggalan kadaluwarsa penting untuk memastikan kualitas produk yang dijual.

"Pihak supermarket harus intensif memastikan apakah suplier memberikan tanggal expired (kadaluwarsa-red) produk yang dijual," ujarnya.

Trikoranti menambahkan BBPOM secara rutin melakukan pengawasan terkait intensifikasi pengawasan pangan sejak H-7 sebelum puasa. Hal itu dilakukan karena ketersediaan pangan selama Ramadan dan menjelang Lebaran semakin meningkat.

"Kita lakukan pengawasan sampai nanti setelah lebaran h+7, kami rutin melakukan pengawasan di kabupaten dan kota," imbuhnya. 

Baca Juga:Jokowi Terbitkan Keppres Atur Cuti Bersama Lebaran 2023, Catat Tanggalnya!

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak