Begini Kesaksian Tetangga Sebelum Peristiwa Tragis Suami di Gunungkidul Nekat Bunuh Istri

Sumirah mengungkapkan sehari sebelum ditemukan tewas, pasangan suami istri ini terlibat cekcok. Tak ada yang mengetahui penyebab dari pertengkaran keduanya.

Galih Priatmojo
Sabtu, 06 Januari 2024 | 11:20 WIB
Begini Kesaksian Tetangga Sebelum Peristiwa Tragis Suami di Gunungkidul Nekat Bunuh Istri
TKP pembunuhan suami di Gunungkidul terhadap istrinya. [Kontributor/Julianto]

"Saya juga ikut teriak meminta tolong," tambahnya. 

Dia kemudian menengok ke dalam rumah dan melihat korban tergeletak di lantai kamar tamu dengan kondisi leher terluka serta dipenuhi dengan darah. Korban sudah tidak bergerak lagi sehingga dia menduga korban sudah meninggal. 

Keponakan korban, Erni Susilowati (23) adalah perempuan pertama yang menyaksikan aksi bunuh diri pamannya, Riyadi (59) usai membunuh bibinya Sukiyem (57). Jumat pagi tadi sekira pukul 07.00 WIB. Perempuan tersebut tengah menggendong anaknya yang baru berusia 3 tahun. 

"Nah saat itu saya dihubungi oleh Pak Lik (Riyadi). Saya diminta ke rumahnya," cerita Erni. 

Baca Juga:Raffi Ahmad Dikritik WALHI terkait Rencana Pembangunan Beach Club di Gunungkidul, Ini Tanggapan Lurah Ngestirejo

Erni yang rumahnya berada di samping kiri tempat kejadian perkara kemudian mendatangi rumah paman dan bibinya tersebut melalui pintu samping kanan rumah  karena pintu depan tertutup. Tak ada rasa curiga di dalam benaknya kala itu. 

Sesampai di pintu tersebut dia kaget karena mendapati pamannya berdiri menyerahkan secarik kertas dalam keadaan lehernya terluka penuh dengan darah. Dia melihat pamannya berusaha berbicara namun dengan suara terbata-bata. 

Erni kemudian mengulurkan tangannya menerima surat tersebut namun karena ingat anak yang digendongnya, diapun langsung berlari menjauh sembari membuang surat dari pamannya tersebut. Dia khawatir anaknya bakal trauma. 

"Saya takut. Langsung lari suratnya tak lempar, " kata dia. 

Dirinya memilih lari menjauh karena saat itu tengah menggendong anaknya yang masih balita. Dia khawatir anaknya bakal trauma menyaksikan pemandangan mengerikan tersebut. Perempuan ini berlari sembari berteriak histeris meminta pertolongan. 

Baca Juga:Update Puting Beliung di Gunungkidul: Seorang Tewas, Dua Luka dan Ratusan Rumah Alami Kerusakan

Saat itu, Erni mengaku tidak mengetahui posisi korban seperti apa. Ia lebih memilih berlari secepat mungkin menjauh agar anaknya tidak menyaksikan peristiwa lebih mengerikan lagi. Dia kemudian berlari memanggil ketua RT setempat. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak