Soal Pemilu Satu Putaran, Ketum PBNU: Tergantung Coblosan

Ia menyebut bisa jadi dengan pemilu yang hanya diselenggarakan satu putaran lebih menghemat biaya.

Muhammad Ilham Baktora | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 31 Januari 2024 | 21:08 WIB
Soal Pemilu Satu Putaran, Ketum PBNU: Tergantung Coblosan
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya saat berada di Jogja. [Hiskia Andika Weadcaksana/Suarajogja.id]

Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu, menuturkan jika Pilpres 2024 memang terjadi maka akan lebih baik. Sehingga pelaksanaan ibadah puasa saat ramadhan nanti bisa lebih khusuk.

"Kita bisa hemat anggaran. Pas puasa nanti kita bisa melaksanakan ibadah dengan khusuk. Tidak disibukkan dengan kampanye dan hiruk-pikuk lainnya," kata Gus Ipul kepada awak media di Yogyakarta, Rabu (31/1/2024) pagi.

Gus Ipul menilai wacana pilpres satu putaran bisa saja terwujud. Hal itu dengan melihat beberapa hasil lembaga survei terbaru salah satunya LSI Denny JA.

Sehingga kemungkinan besar wacana sekali putaran itu bisa terwujud. Terlebih ada salah satu paslon, yang menurut hasil survei itu, prosentasenya telah mencapai 50 persen lebih.

Baca Juga:Bosan Ditanya Netralitas PBNU, Gus Yahya: Terserah Mau Ngomong Apa

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak