SuaraJogja.id - Universitas Gadjah Mada (UGM) diketahui turut bermitra dengan lembaga keuangan penyedia pinjaman online (pinjol) Danacita. Sejauh ini tercatat ada 33 mahasiswa pascasarjana yang menggunakan skema pembayaran UKT dengan pinjol tersebut.
Sekretaris UGM Andi Sandi menuturkan skema itu baru diterapkan pada Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM sejak Juni 2022. Walaupun memang Memorandum of Understanding (MoU) dengan universitas sudah diteken sejak Agustus 2022 lalu.
"Sampai hari ini ada 33 yang menggunakan (Danacita), sebagai catatan perlu digarisbawahi yang menggunakan adalah mahasiswa pascasarjana yang sudah bekerja. Jadi artinya kemudian ini digunakan itu oleh orang yang memang paham dengan penggunaan itu," kata Andi saat dihubungi, Kamis (1/2/2024).
Pemahaman para pengguna skema pembayaran UKT dengan pinjol itu menjadi penting. Hal itu dibuktikan dengan tidak ada masalah yang muncul dari skema pembayar tersebut sejauh ini.
"Sampai sekarang tidak ada yang bermasalah dengan proses pembayaran (pinjol) ini. Jadi di UGM ya fine-fine aja dan itu opsi ya, catatan bahwa itu opsi tidak ada kewajiban, itu opsi," tuturnya.
Andi menuturkan bahwa skema pembayaran UKT melalui Danacita itu merupakan opsi terakhir bagi mahasiswa. Pasalnya ada proses lain mulai dari mengajukan penurunan UKT hingga program beasiswa yang bisa dimanfaatkan para mahasiswa.
"Kalau ditanya tentang skemanya bahwa penawaran kepada mahasiswa itu adalah opsi terakhir dalam menggunakan Danacita itu," imbuhnya.
Disampaikan Andi, kampus pun tidak akan lepas tangan terkait penggunaan skema pinjol ini. Sebagai pengawas pihak kampus akan melakukan skrining kepada para mahasiswa yang nantinya hendak mengajukan skema pembayaran UKT dengan Danacita itu.
Selain itu melalui skema ini dana yang digunakan pun akan langsung masuk ke perguruan tinggi. Sehingga tidak bisa digunakan untuk kebutuhan lain yang konsumtif.
Baca Juga:Hanya dengan Kulit Mangga, Empat Mahasiswa UGM Ciptakan Larva Alami Pembunuh DBD
"Karena ini opsi ya. Jadi mahasiswa bisa menggunakan itu juga skrining dari tingkat fakultas, tidak bisa dia asal tiba-tiba apply Danacita terus bisa, enggak, harus ada skrining dari tingkat fakultas," cetusnya.
Pihaknya memastikan tidak akan menambah beban bagi mahasiswanya selama berkuliah. Jika kemudian ke depan ada keluhan dari mahasiswa pengguna skema pembayaran ini bukan tidak mungkin kerja sama bisa diakhiri.
"Kan melihat begini, mahasiswa dengan sekolah sudah ada beban, kita menambah beban lagi ya tidak sepantasnya lah. Kalau ada yang mencekik dan lain-lain pasti UGM akan segera mengevaluasi. Tapi sampai hari ini itu fine-fine aja belum ada dan kami berharap tidak ada masalah," tandasnya.