"Dan itu luar biasa. Kalau ke Jogja bukan rasanya tidak mungkin. tetapi kalau di Semanu kan dekat tidak perlu kos sehingga menghemat biasa,"tuturnya.
Dia yakin dengan kehadiran UNY di Gunungkidul maka lima tahun mendatang sudah dihasilkan sumber daya manusia yang mumpuni untuk membangun gunungkidul. karena tidak boleh orang luar yang membangun Gununungkidul, tetapi harus orang gunungkidul itu sendiri.
Kemudian yang berikutnya adalah tentang ketahanan pangan, di mana ketahanan pangan ini harus dipikirkan bagaimana Gunungkidul bisa menjadi lumbung pangan. Kaarena Gunungidul merupakan wilayah terluas di DIY, hanya saja memang belum tergarap dengan maksimal. Di mana pupuk masih bermasalah, bibit bermasalah bahkan hingga panen juga bermasalah.
"Saya akan konsentrasi di situ untuk mensejahterakan masyarakat,"tambahnya
Baca Juga:Duduk Perkara Perundungan Siswa Difabel di Gunungkidul, Ini Kronologinya
Selanjutnya Sutrisna melihat jika pariwisata di Gunungkidul belum berkembang. oleh karena itu manajemen harus dibenahi, obyek wisata harus ditata dengan baik sehingga orang itu tertarikuntuk ke Gunungkidul. Sehingga nantinya Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selama ini, bus-bus rombongan wisatawan lebih banyak membawa makanan dari rumah dan hal ini tentu merugikan masyarakat Gunungkidul. Sehingga perlu dipikirkan bagaimana wisatawan tersebut bisa makan di Gunungkidul dan akhirnya ekonomi di wilayah ini juga bergerak.
"Seperti di Bali, semua yang masuk ke Bali harus mengikuti aturan di Bali. Tidak boleh seenaknya,"ujar dia.
Kontributor : Julianto
Baca Juga:Stok Gabah Habis, Petani Gunungkidul Kaget Beli Beras Harganya Meroket