Jamaah Aolia memang cukup berbeda dari ajaran Islam yang berkembang di Indonesia. Muncul di Gunungkidul pada 1983, jamaah ini kerap mendahului perayaan hari besar Islam, tak hanya Idul Fitri, Idul Adha pun kerap lebih dulu merayakannya.
Meski berbeda, pengikut ajaran Islam ini hidup harmonis dengan warga di sekitar Kapanewon Panggang, Gunungkidul. Kemenag DIY pun mengaku tak bisa memaksa jamaah tersebut untuk mengikuti aturan yang ada mengingat pemahaman mereka yang sudah mengakar terhadap pimpinan Jamaah Aolia, Mbah Benu.