"Pak Harda sangat taat beragama tapi dia bisa menghormati orang bergama lain itu tercemin tingkah laku," kata Untung.
Kemudian, menurut Untung, latar belakang keluarga Harda yang dibesarkan oleh ayah seorang pamong yang diangkat menjadi lurah pun ikut berpengaruh kepada sosok Harda sampai sekarang. Harda disebut memiliki jiwa memomong bagi masyarakat Bumi Sembada.
"Karena tugas terberat yang harus dilakukan bupati sleman adalah bisa ngemong semua pihak karena Kabupaten Sleman ini terdiri dari ras, suku, agama yang sangat kompleks. Jadi kalau tidak punya dasar seperti itu saya kira Sleman tidak akan berhasil," ujarnya.
Selain itu karir Harda yang dimulai dari bawah hingga mencapai posisi Sekda Sleman dinilai juga membentuk kepribadiannya sebagai pemimpin. Pengalaman itu yang kemudian dibutuhkan untuk memajukan Sleman.
Baca Juga:Tak Hanya Mengukur, Sleman Siapkan Intervensi dan Rujukan bagi Balita Bermasalah Gizi
"Nah koalisi Sleman Bersatu ini tidak menghendaki pimpinan yang datangnya tiba-tiba, atau ujug-ujug atau mungkin dipaksa atau karena keadaan tertentu harus dipaksakan menjadi calon bupati," tuturnya.
Untung mengklaim mayoritas unsur masyarakat pun memilih Harda sebagai pemimpin mereka. Tidak terkecuali partai-partai politik yang ada di Kabupaten Sleman.
"Sebagaimana kita ketahui mayoritas unsur masyarakat dan parpol secara mayoritas mendukung Pak Harda Kiswaya. Ya clue kami sederhana, arep nututi layangan pedot opo bareng-bareng ngunggahke layangan yang baru (mau mengikuti layangan putus atau bersama menaikkan layangan baru)," pungkasnya.