Dia juga menggunakan instrumen non-konvensional seperti mangkok stainless dengan berbagai ukuran yang menghasilkan nada unik, serta sendaren atau sawangan dari layang-layang. Jaeko juga memadukan ansambel suling dengan teknik inovatif untuk membawa penonton dalam perjalanan bunyi yang mendalam.
"Beragam bunyi unik tersebut akan menjadi instrumen unik dan menjadi komposisi yang utuh. Bunyi gerobak putu itu kan sekarang jarang sekali terdengar, kemudian suara kaleng untuk mengiringi jathilan itu jarang sekali. Anak-anak sekarang lebih senang main gadget. Sehingga ini menjadi tantangan juga buat saya untuk bereksperimentasi," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga:Kebakaran Hanguskan Rumah dan Laundry di Timoho Jogja, Diduga Gas Bocor