Berkaca dari Kasus Gus Miftah, Pendiri Bangsa Ini Patut Diteladani hingga Sikapnya Hormati Pekerjaan Apapun

"Kita bisa belajar bagaimana pendiri bangsa menegakkan kemerdekaan".

Muhammad Ilham Baktora
Jum'at, 06 Desember 2024 | 20:00 WIB
Berkaca dari Kasus Gus Miftah, Pendiri Bangsa Ini Patut Diteladani hingga Sikapnya Hormati Pekerjaan Apapun
Seorang pedagang es berjualan di Rumah Sejarah Djiauw Kie Song di Desa Rengasdengklok Utara, Karawang, Jawa Barat, Jumat (6/12/2024). [Kontributor Suarajogja.id/Putu]

"Bulan itu [16 agustus 1945] bulan suci [Ramadhan], harinya juga istimewa karena bertepatan dengan Jumat Kliwon. Maka, Bung Karno datang ke sini untuk mencari tempat yang aman dan strategis. Akhirnya, beliau tiba di rumah ini, yang jauh dari keramaian. Kakek mengizinkan rumahnya digunakan oleh Bung Karno dan rombongan, dengan alasan keamanan dari ancaman Jepang," ungkapnya.

Dari cerita sang kakek, setelah bermalam, pagi harinya Bung Karno dan rombongan berangkat ke Tugu Proklamasi. Di Rengasdengklok itulah semangat proklamasi digemakan. Soekarno mengajak anak-anak muda dari banyak latar belakang profesi untuk menyatakan kemerdekaan bangsa.

"Pemuda-pemuda di sini membuat bendera merah putih secara sederhana dari kain bekas. Meskipun seadanya, semangat perjuangan tetap membara," ungkap dia.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Baca Juga:Sempat Minta Saran Seskab Sebelum Nyatakan Mundur, Ini Kata Mayor Teddy ke Gus Miftah

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak