Masih Awam Promosi Lewat Media Online, UMKM di Sleman Butuh Ide Fresh dari Gen Z

Mengembangkan produk harus melibatkan sejumlah orang termasuk anak muda.

Muhammad Ilham Baktora
Senin, 09 Desember 2024 | 14:50 WIB
Masih Awam Promosi Lewat Media Online, UMKM di Sleman Butuh Ide Fresh dari Gen Z
Sejumlah pembeli mengantre memesan produk makanan UMKM saat Expo Kewirausahaan 2024 di Gedung Fisip UAJY, Sleman, Senin (9/12/2024). [Suarajogja.id/Baktora]
Seorang mahasiswa menjajakan produk UMKM di Expo Kewirausahaan 2024 di Gedung Fisip UAJY, Sleman, Senin (9/12/2024). [Suarajogja.id/Baktora]
Seorang mahasiswa menjajakan produk UMKM di Expo Kewirausahaan 2024 di Gedung Fisip UAJY, Sleman, Senin (9/12/2024). [Suarajogja.id/Baktora]

Pelaku UMKM yang memiliki usaha Aray 34 ini menjual produk bawang hitam. Komoditas bahan pokok yang diolah untuk kesehatan ini ia dirikan pada 2018.

Terciptanya obat dari bawang hitam ini berawal dari ibunya yang memiliki riwayat kolesterol, darah tinggi dan diabetes. Namun setelah berobat belum ada hasilnya.

"Jadi saat pengajian, ustad saya bilang coba konsumsi black garlic [bawang hitam], tapi kan orang tua saya bingung, bentuk bawang hitam itu bagaimana, carinya di mana kan tidak tahu?," kata Niken.

Beruntungnya ustad tersebut memberikan teori cara membuatnya. Niken yang saat itu mencoba membuat, banyak menemukan kegagalan. Pembuatan bawang hitam keempat kalinya ia mendapatkan formula bawang hitam yang manis, sedikit asam dan tidak getir.

Baca Juga:Dari Jahe Merah Hingga Kerajinan Tempurung Kelapa, Expo Kewirausahaan Fisip UAJY Pamerkan Inovasi UMKM

Saat Covid-19 di mana pengusaha gulung tikar, Niken justru mendapat banyak orderan. Bawang hitam miliknya memberikan hasil untuk menurunkan, baik kadar kolesterol hingga menstabilkan gula darah.

Niken menjelaskan untuk terus mengembangkan usahanya ia harus mempromosikan produknya. Segmentasinya yang menyasar untuk orang tua atau orang dalam kondisi sakit memang tak mudah.

Kendati begitu kolaborasi dengan Fisip UAJY membantunya memasarkan produk bawang hitam secara online.

"Jadi ketika kami sudah buntu dengan konten pemasaran, nah adik-adik mahasiswa ini yang datang degnan ide fresh. Jadi kerjasama seperti ini saling membantu sekali," ungkapnya.

PIC Mata Kuliah Kewirausahaan Fisip UAJY, Dhyah Ayu Retno Widyastuti, menerangkan bahwa kolaborasi dengan pelaku usaha ini adalah implementasi mata kuliah kewirausahaan yang didapatkan di dalam kelas.

Baca Juga:Gen Z Yogyakarta Rentan Bunuh Diri: Mental Strawberry, Gadget, dan Beban Hidup yang Berat jadi Pemicu?

Harapannya, mahasiswa yang dibekali dengan ilmu wirausaha ini bisa membuat produk atau mengembangkan usaha UMKM selepas mereka lulus. Di sisi lain ketika memiliki waktu menunggu untuk mencari kerja, kemampuan wirausaha mereka selama di bangku kuliah dapat diterapkan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak