PMK Serang Gunungkidul Lagi, Dukuh Polaman: Koordinasi ke Warga jadi Tantangan

Menurut drh. Romli, PMK tidak menular ke manusia, namun sangat menular antarhewan, terutama sapi dan kambing.

Muhammad Ilham Baktora
Senin, 23 Desember 2024 | 16:27 WIB
PMK Serang Gunungkidul Lagi, Dukuh Polaman: Koordinasi ke Warga jadi Tantangan
Seorang dokter hewan mengambil sampel liur sapi yang diduga terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Gunungkidul. [Kontributor Suarajogja.id/Julianto]

Menurutnya, pemerintah telah melakukan vaksinasi di hampir seluruh wilayah, namun beberapa lokasi masih belum terjangkau. Oleh karenanya masyarakat perlu meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan kandang, kesehatan ternak, dan memberikan pakan bernutrisi.

"Langkah ini penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh hewan sehingga dapat bertahan dari infeksi PMK," ujarnya.

Menurut drh. Romli, PMK tidak menular ke manusia, namun sangat menular antarhewan, terutama sapi dan kambing. Ia menambahkan bahwa meskipun daging hewan yang sakit tidak menimbulkan risiko langsung bagi manusia, daging tersebut tidak layak dikonsumsi karena berasal dari hewan yang tidak sehat.

Dalam beberapa kasus, ternak yang terinfeksi menunjukkan gejala seperti demam tinggi, kehilangan nafsu makan, dan luka di kaki. Dinas Peternakan juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan hewan dengan gejala PMK.

Baca Juga:9 Sapi di Gunungkidul Diduga Terjangkit PMK, Dinas Peternakan Turun Tangan

Penanganan dini dinilai sangat penting untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Selain itu, mereka juga berencana memberikan edukasi lebih intensif kepada peternak terkait pentingnya kebersihan lingkungan dan kesehatan hewan.

Upaya ini diharapkan mampu menekan jumlah kasus PMK di Gunungkidul dan mencegah kerugian lebih besar di kalangan peternak.

Kontributor : Julianto

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak