Sinergi UAJY-UKRIM dan BUMDes Tamanmartani: Tingkatkan Ekonomi Desa Lewat Teknologi Pengering Herbal

Solar Tunnel Dryer adalah teknologi pengeringan berbasis energi matahari yang memanfaatkan terowongan tertutup berlapis plastik.

Muhammad Ilham Baktora
Senin, 11 Agustus 2025 | 14:48 WIB
Sinergi UAJY-UKRIM dan BUMDes Tamanmartani: Tingkatkan Ekonomi Desa Lewat Teknologi Pengering Herbal
Tim Pengabdian Masyarakat (ABDIMAS) FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan Universitas Kristen Imanuel (UKRIM) Yogyakarta memberikan sosialisasi. (dok.Istimewa)

SuaraJogja.id - Tim Pengabdian Masyarakat (ABDIMAS) FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta bersama Universitas Kristen Immanuel (UKRIM) Yogyakarta sukses mengembangkan teknologi pengering tenaga surya (Solar Tunnel Dryer) untuk meningkatkan kualitas produk herbal.

Inovasi ini mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI pada 2025.

Solar Tunnel Dryer adalah teknologi pengeringan berbasis energi matahari yang memanfaatkan terowongan tertutup berlapis plastik atau material transparan khusus.

Koordinator tim, Dr. Victoria Sundari Handoko, menjelaskan bahwa iklim tropis Indonesia dengan kelembapan tinggi, terutama di musim hujan, sering menghambat pengeringan alami.

Baca Juga:Sport Tourism di Sleman Menggeliat: Ribuan Pelari Padati Sleman Temple Run 2025

Teknologi ini dirancang untuk mempercepat proses pengeringan produk pertanian, menjaga kebersihan, dan memanfaatkan energi matahari yang melimpah secara efisien.

Teknologi ini difokuskan pada pengolahan tanaman herbal seperti kunyit, lidah buaya, serai, dan bunga telang, khususnya untuk anggota BUMDes Tamanmartani, Kalasan, Sleman.

Menurut Victoria, banyak petani dan pelaku BUMDes memiliki stok tanaman herbal melimpah namun terkendala pengeringan pascapanen.

Dengan Solar Tunnel Dryer, hasil pengeringan lebih higienis, bernilai gizi tinggi, ramah lingkungan, dan mampu meningkatkan nilai jual produk.

Emerita Setyowati, anggota tim, menambahkan bahwa metode ini lebih unggul dibandingkan pengeringan tradisional karena melindungi produk dari hujan, debu, dan serangga, serta menghasilkan suhu stabil untuk kualitas yang lebih terjaga.

Baca Juga:Mural One Piece Berlatar Merah Putih di Sleman Dihapus Paksa: Lecehkan Negara?

"Produksi pertanian yang melimpah memerlukan metode pengeringan cepat dan higienis untuk mencegah pembusukan. Energi matahari melimpah di Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi murah dan ramah lingkungan," katanya Emerita dari keterangan yang diterima Senin (11/8/2025).

Sejalan dengan Program Nasional ASTACITA

Pengembangan teknologi ini mendukung misi ASTACITA pemerintah Indonesia, khususnya dalam swasembada pangan, energi, dan ekonomi kreatif berbasis potensi desa.

Tujuannya adalah mendorong pemerataan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.

Tomi Nugraha, Sekretaris Desa Tamanmartani sekaligus anggota BUMDes, mengungkapkan tantangan yang dihadapi desa, mulai dari proses pengeringan hingga lemahnya identitas merek produk herbal.

Ia berharap teknologi ini dapat meningkatkan kualitas, daya tahan, dan citra produk herbal lokal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak