Campak Mengintai: Yogyakarta Tingkatkan Deteksi Dini, Vaksinasi Jadi Kunci

Meski ada kasus terkonfirmasi, Lana menegaskan bahwa situasi kesehatan di Yogyakarta tetap aman.

Muhammad Ilham Baktora
Senin, 22 September 2025 | 18:46 WIB
Campak Mengintai: Yogyakarta Tingkatkan Deteksi Dini, Vaksinasi Jadi Kunci
ilustrasi penyakit campak. (freepik.com/freepik)
Baca 10 detik
  • Campak di Kota Jogja menjadi sorotan akhir-akhir ini
  • Deteksi dini dilakukan terus menerus
  • Vaksinasi diperkuat untuk menurunkan angka penularan

SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat deteksi dini penyakit campak setelah teridentifikasi enam kasus positif sejak Januari hingga Agustus 2025.

Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, Pengelolaan Data, dan Sistem Informasi Dinkes Kota Yogyakarta, Lana Unwanah, menjelaskan bahwa pemantauan terhadap tren campak masih terus berjalan.

Dalam periode Januari–Agustus 2025, terdapat 166 anak yang berstatus suspek campak, dan hasil uji laboratorium menunjukkan enam di antaranya positif.

"Seluruh pasien campak tersebut kini sudah dalam kondisi sehat dan sembuh," ungkap Lana, Senin (22/9/2025).

Baca Juga:Setelah Monjali, Giliran Pos Polisi Pingit Dilempari Bom Molotov, Apa Motif Pelaku?

Meski ada kasus terkonfirmasi, Lana menegaskan bahwa situasi kesehatan di Yogyakarta tetap aman dan terkendali.

Hal ini karena langkah deteksi dini dan pencegahan rutin terus dilakukan tenaga kesehatan di lapangan.

Upaya pencegahan campak juga diperkuat lewat program vaksinasi balita, baik dosis pertama maupun booster di usia 18 bulan, serta vaksinasi bagi anak-anak sekolah dasar.

Capaian vaksinasi campak di Kota Yogyakarta bahkan sudah melampaui target nasional, yaitu lebih dari 96 persen dibanding target 95 persen.

Namun, masih ada sekitar tiga persen masyarakat yang menolak anaknya divaksin.

Baca Juga:Kanker Serviks Ancam Perempuan Indonesia, Vaksinasi jadi Solusi, Jangan Sampai Terlambat Ditangani

Untuk mengatasi hal itu, Dinkes melakukan pendekatan persuasif dengan menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan tokoh agama setempat, agar masyarakat semakin yakin dengan manfaat vaksinasi.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan bahwa penyakit campak lebih berbahaya dibanding COVID-19 karena tingkat penularannya jauh lebih tinggi.

Jika COVID-19 bisa menular dari satu orang ke dua atau tiga orang lainnya, maka penderita campak dapat menularkan penyakit ini hingga ke 18 orang sekaligus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak