Jangan Anggap Remeh, Jantung Koroner di DIY Lampaui Rata-Rata Nasional, Ini Faktor Risikonya

Kasus jantung koroner di DIY melonjak tajam (2020-2023), bahkan pada usia muda. Kematian meningkat signifikan. Gaya hidup modern jadi faktor utama.

Muhammad Ilham Baktora | Hiskia Andika Weadcaksana
Jum'at, 10 Oktober 2025 | 17:05 WIB
Jangan Anggap Remeh, Jantung Koroner di DIY Lampaui Rata-Rata Nasional, Ini Faktor Risikonya
Ilustrasi terserang penyakit jantung. [Dok. Antara]
Baca 10 detik
  • Kasus penyakit jantung di DIY naik drastis
  • Gaya hidup menjadi pemicu naiknya kasus tersebut
  • Angka kematian tahun 2024 lalu mencapai 178 pasien lebih besar dari 2020 yang mencapai 9 kematian

SuaraJogja.id - Kasus penyakit jantung koroner di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami peningkatan tajam dalam lima tahun terakhir.

Tak hanya kelompok masyarakat lanjut usia yang rawan tapi tren kasus juga meningkat di kelompok usia lebih muda.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan DIY, Akhmad Akhadi menuturkan bahwa berdasarkan data Surveilans Terpadu Rumah Sakit jumlah pasien yang dirawat akibat penyakit jantung koroner melonjak dari 168 kasus pada 2020 menjadi 1.673 kasus pada 2023.

Sebelum sempat kemudian sedikit menurun menjadi 1.120 kasus pada 2024.

Baca Juga:Panen Raya Menanti, Kulon Progo Terima Traktor & Pompa Air: Petani Siap Tingkatkan Produksi

Meski angka kasus menurun pada tahun 2024, jumlah kematian akibat penyakit ini tetap tinggi.

Tercatat 178 pasien meninggal dunia pada 2024. Jumlah itu meningkat drastis dibandingkan kasus kematian pada 2020 yakni hanya 9 orang saja.

Data tersebut mencakup pasien yang dirawat di rumah sakit di wilayah DIY, tanpa membedakan asal domisili pasien.

"Data ini menunjukkan jumlah pasien yang dirawat karena penyakit jantung koroner dan korban meninggal yang dirawat di rumah sakit. Data tidak secara jelas memilah pasien berasal dari DIY atau luar DIY," kata Akhmad, dikutip, Jumat (10/10/2025).

Berdasarkan kelompok umur, penderita terbanyak berada pada usia di atas 60 tahun.

Baca Juga:Gedung Barunya Senilai Rp7,24 M, Puskesmas Pakualaman bakal Layani Pasien di sekitar Lokasi Wisata

Namun data menunjukkan tren kasus juga meningkat di kelompok usia lebih muda.

Tercatat pada 2022 sudah ada 157 kasus pada pada rentang usia 20-44 tahun.

Meskipun menurun, jumlah kasus pada rentang usia yang sama pada 2023 tetap tinggi yakni di angka 148 kasus dan 2024 terdapat 86 kasus.

"Berdasarkan kelompok umur, penderita terbanyak memang usia di atas 60 tahun. Namun penyakit jantung koroner pada usia muda juga sudah ada," tuturnya.

Disampaikan Akhmad, penyakit ini tidak bisa disimpulkan hanya dari data rumah sakit semata. Ia mengutip hasil Survei Kesehatan Indonesia yang menyebut prevalensi penyakit jantung di DIY mencapai 1,67 persen, hampir dua kali lipat dari rata-rata nasional sebesar 0,85 persen.

Terkait fenomena meningkatnya kasus di usia produktif, kata Akhmad, berkaitan erat dengan gaya hidup modern yang serba instan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak