Wisatawan Kena Scam Pemandu Wisata Palsu, Keraton Jogja Angkat Bicara

Wisatawan di Yogyakarta kena tipu pemandu wisata palsu yang mengaku dari Keraton, diarahkan beli batik mahal. Keraton klarifikasi & bakal tindak tegas pelaku.

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 19 November 2025 | 19:54 WIB
Wisatawan Kena Scam Pemandu Wisata Palsu, Keraton Jogja Angkat Bicara
Wisatawan di Museum Kereta di Keraton Yogyakarta. [Suara.com/Putu]
Baca 10 detik
  • Beberapa wisatawan di Yogyakarta menjadi korban penipuan oleh oknum pemandu wisata mengaku resmi Keraton yang mengarahkan ke toko batik dan museum.
  • Pelaku penipuan menginformasikan palsu bahwa Keraton tutup lalu memaksa korban membeli barang dengan harga tinggi di lokasi lain.
  • Keraton Yogyakarta telah mengklarifikasi bahwa pelaku bukan petugas resmi dan sedang berkoordinasi untuk penindakan hukum lebih tegas.

SuaraJogja.id - Dugaan penipuan berkedok jasa pemandu wisata di sekitar Kraton Yogyakarta mencuat beberapa hari terakhir.

Dalam unggahan di sosial media (sosmed) yang viral, wisatawan kena scam oleh pemandu wisata yang mengaku dari Keraton Yogyakarta.

Dalam dua kejadian tersebut, wisatawan diarahkan masuk melalui pintu samping dan diberi informasi palsu bila Keraton tutup.

Mereka kemudian digiring ke museum kereta dan toko lukisan batik dan dipaksa membeli batik maupun kopi dari tempat-tempat tersebut. 

Baca Juga:Kasus Penganiayaan Driver Ojol di Sleman: Massa Mengawal, Polisi Bergerak

Sebut saja akun TikTok @pakebatiktiaphari saat berkunjung pada Minggu, 31 Agustus 2025 lalu.

Ia datang khusus untuk melihat Kraton dan. Namun ojek daring menurunkannya di pintu samping, bukan di pintu utama tempat loket resmi berada.

Di lokasi itu, ia langsung didekati seorang pria berbaju batik yang mengaku pemandu resmi dari Keraton Yogyakarta.

Pria tersebut menyatakan Keraton sedang tutup untuk renovasi selama enam bulan, lalu menawarkan untuk mengantarnya ke Museum Wahana Rata dan sebuah galeri yang diklaim sebagai tempat Sultan biasa memesan lukisan batik.

Di galeri itu, dia diminta membeli lukisan dengan harga ratusan ribu. Narasi jual beli yang disampaikan pemandu mencurigakan karena lukisan bisa ditukar atau uangnya dikembalikan bahkan setelah 5–10 tahun.

Baca Juga:Warga Jogja Merapat! Saldo DANA Kaget Rp 299 Ribu Siap Bikin Hidup Makin Santuy, Sikat 4 Link Ini!

Kasus serupa dialami akun @dinndinoo saat berkunjung pada 4 Januari 2024. Mereka diarahkan parkir dekat Museum Wahana Rata dan mengira loket di pintu samping adalah pintu utama.

Seorang pria mendatangi ayahnya dan menawarkan jasa pemandu. Keluarga itu kemudian diarahkan ke museum yang sama dan tidak dibawa masuk ke area utama Keraton seperti yang mereka bayangkan.

Keluarga itu juga diarahkan ke sebuah toko lukisan batik dan diberi penjelasan panjang. Mereka menghabiskan waktu hingga satu jam sebelum akhirnya membeli satu lukisan seharga sekitar Rp500.000.

Pihak Keraton Yogyakarta pun menyampaikan klarifikasi terkait kasus terebut. Nyi Raden Wedana Noorsundari, Carik Kawedanan Radya Kartiyasa Keraton Yogyakarta di Yogyakarta, Rabu (19/11/2025) menegaskan para pelaku bukan petugas resmi dari Keraton Yogyakarta. Karena itu pihaknya menyampaikan  permohonan maaf sekaligus klarifikasi resmi.

"Kami minta maaf karena ada pengunjung yang terkena scam yang di situ ada tulisannya Keraton. Hal ini sangat kami sesalkan karena memberikan citra buruk untuk pariwisata, baik di Keraton maupun Yogyakarta pada umumnya," ungkapnya.

Noorsundari menyampaikan, karena para pelaku bukan pegawai maupun pemandu resmi, Keraton langsung berkoordinasi dengan pihak kelurahan, Penghageng Nityabudaya di Keraton Yogyakarta GKR Bendoro, Mantri Pamongpraja, Polsek dan Koramil untuk membahas langkah penanganan. 

"Pembinaan wilayah juga sudah dilakukan untuk menekan praktik serupa di kemudian hari," jelasnya.

Saat ini sanksi yang diberikan masih berupa surat pernyataan agar pelaku tidak mengulangi perbuatannya. Namun Keraton bersama kelurahan sedang mencari dasar hukum untuk menjatuhkan penalti yang lebih tegas.

"Bagaimanapun harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kami juga mengacu pada aturan pramuwisata yang mengatur lisensi bagi pemandu wisata," ungkapnya.

Sebagai langkah pencegahan, pihak Keraton mengimbau pengunjung agar lebih berhati-hati dan selalu memastikan legalitas pemandu wisata. Keraton berharap edukasi kepada wisatawan, pembinaan wilayah, dan pengawasan lebih ketat dapat mencegah kasus serupa terulang.

"Silakan bertanya kepada pramuwisata resmi yang ada di Keraton. Cek identitasnya, bahkan bisa difoto kartunya. Itu bisa menjadi bukti apakah mereka legal atau tidak," paparnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak