- Unggahan harga tiga porsi gudeg Rp85 ribu di Malioboro memicu perbincangan tentang biaya hidup Yogyakarta.
- Kepala UPT menilai harga tersebut relatif normal, berbeda dengan ekspektasi wisatawan akan harga murah.
- Pemkot telah mensosialisasikan pencantuman daftar harga kepada pelaku usaha kuliner di kawasan wisata.
Ia bilang di area seperti Teras Malioboro dan toko-toko resmi, pencantuman daftar harga sudah menjadi kewajiban dan rutin diawasi oleh pengelola bersama Dinas Pariwisata.
Hal ini menjadi bentuk perlindungan bagi konsumen agar dapat mengambil keputusan secara sadar.
"Di Teras Malioboro juga selalu [mengimbau dan mencantumkan harga]," ucapnya.
Ia menambahkan, dengan adanya daftar harga yang jelas, wisatawan memiliki kebebasan untuk memutuskan membeli atau tidak sesuai dengan kemampuan masing-masing. Menurutnya, transparansi harga menjadi kunci agar polemik serupa tidak terus berulang.
Baca Juga:5 Pasar Tradisional Estetik di Jogja yang Cocok Dikunjungi Saat Liburan Akhir Tahun
"Nah itu kenapa kita bisa memberikan jaminan kalau mereka membeli di tempat-tempat yang jelas itu even kalau itu pun mahal menurut kantong mereka, mereka bisa memutuskan untuk nggak beli," pungkasnya.