8 Fakta Mencekam Kerusuhan di Iran: Wasit Futsal dan Mahasiswi Jadi Korban, Dunia Menyorot!

Protes anti-pemerintah di Iran meluas, menuntut akhir Republik Islam. Ratusan tewas, ribuan ditangkap, termasuk warga sipil. Internet diputus.

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 14 Januari 2026 | 08:51 WIB
8 Fakta Mencekam Kerusuhan di Iran: Wasit Futsal dan Mahasiswi Jadi Korban, Dunia Menyorot!
Ilustrasi - Aksi unjuk rasa di Iran. [ANTARA/Anadolu/as]
Baca 10 detik
  • Kerusuhan di Iran menyebabkan jatuhnya korban jiwa termasuk wasit futsal dan mahasiswi, memicu duka mendalam di masyarakat.
  • Demonstrasi meluas mencakup 186 kota di 31 provinsi, dengan tuntutan utama beralih menjadi pengakhiran Republik Islam.
  • Pemerintah merespons keras mengakibatkan setidaknya 496 orang tewas serta sekitar 10.600 demonstran berhasil ditangkap.

SuaraJogja.id - Gelombang protes anti-pemerintah di Iran kembali memanas, memicu kerusuhan yang memilukan dan menelan banyak korban jiwa.

Kali ini, bukan hanya aktivis, tetapi juga warga sipil biasa seperti seorang wasit futsal dan mahasiswi muda, harus kehilangan nyawa mereka.

Demonstrasi yang awalnya dipicu masalah ekonomi kini telah berkembang menjadi seruan untuk mengakhiri Republik Islam, menarik perhatian dunia dan memicu kekhawatiran serius. Mari kita bedah fakta-fakta mencekam di balik kerusuhan yang mengguncang Iran ini!

1. Korban Jiwa Terus Berjatuhan, Termasuk Warga Sipil Tak Terduga

Baca Juga:Iran Dituding Bantu Rusia dalam Perang Lawan Ukraina, Desakan FIFA Coret Timnas Iran dari Piala Dunia 2022 semakin Kuat

Kerusuhan di Iran telah menelan korban jiwa yang signifikan. Seorang wasit futsal bernama Amir Mohammad Koohkan (26) tewas terkena peluru tajam pada 3 Januari di Kota Neyriz.

"Semua orang mengenalnya karena kebaikan dan sifatnya yang baik. Seluruh kota menyayanginya," ujar temannya kepada BBC Persia, menggambarkan duka mendalam keluarga yang "marah karena dia dibunuh oleh rezim."

Lima hari kemudian, Rubina Aminian (23), seorang mahasiswi, juga tewas ditembak dari belakang saat protes di Teheran. "Dia memperjuangkan berbagai hal yang dia yakini itu benar," kata pamannya dikutip dari BBC, menambahkan bahwa Aminian "haus akan kebebasan, haus akan hak-hak perempuan."

2. Skala Protes Meluas ke Seluruh Penjuru Iran

Demonstrasi yang awalnya terkait masalah ekonomi dan dimulai pada 28 Desember di Teheran, kini telah menyebar luas.

Baca Juga:3 Negara Pindah Federasi Sepak Bola, Akankah Timnas Indonesia Jadi yang Ke-4?

Menurut Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA), protes telah melanda 186 kota dan seluruh 31 provinsi di Iran. Ini menunjukkan skala protes yang sangat masif dan menjadi yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

3. Tuntutan Utama: Mengakhiri Republik Islam

Perkembangan paling signifikan dari protes ini adalah perubahan tuntutan. Jika awalnya fokus pada isu ekonomi, kini seruan utama demonstran adalah mengakhiri Republik Islam dan pemerintahan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Ini menandakan adanya ketidakpuasan mendalam terhadap sistem politik yang berkuasa.

4. Respons Keras Pemerintah: Ratusan Tewas, Ribuan Ditangkap

Pemerintah Iran merespons gelombang protes ini dengan sangat keras. HRANA melaporkan bahwa setidaknya 496 demonstran telah tewas dan sekitar 10.600 orang ditangkap. Angka ini menunjukkan tingkat kekerasan yang digunakan aparat keamanan dalam menekan aksi massa.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak