Harapan Baru dari Perbukitan Menoreh, Petani Patihombo Mantap Kembangkan Kopi Arabika

Petani Menoreh beralih ke kopi Arabika sebagai harapan baru ekonomi. Pemkab dorong revitalisasi kopi Menoreh untuk pasar ekspor.

Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 21 Januari 2026 | 18:17 WIB
Harapan Baru dari Perbukitan Menoreh, Petani Patihombo Mantap Kembangkan Kopi Arabika
Perkebunan kopi Arabika yang dikembangkan di Padukuhan Patihombo, Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo, Kulon Progo. (Dok: Pemkab Kulon Progo).
Baca 10 detik
  • 18 anggota Kelompok Tani Marsudi Rahayu menanam 2.000 bibit kopi Arabika di lahan dua hektare Perbukitan Menoreh.
  • Petani beralih ke kopi Arabika sebagai alternatif usaha karena harga ternak kambing PE cenderung menurun.
  • Pemerintah daerah mendukung revitalisasi kopi Menoreh untuk pasar ekspor dengan mendorong standarisasi satu merek bersama.

SuaraJogja.id - Masyarakat di Perbukitan Menoreh Kulon Progo memiliki harapan baru dari perkebunan kopi Arabika. Setidaknya ada 2.000 bibit kopi Arabika uang ditanam di lahan seluas dua hektare oleh 18 anggota aktif Kelompok Tani Marsudi Rahayu di Padukuhan Patihombo, Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo.

Ketua Kelompok Tani Marsudi Rahayu, Theodolus Supino, menuturkan bahwa kelompok yang berdiri sejak 2005 ini lahir dari semangat kebersamaan untuk mencapai kesejahteraan. 

Selama ini, warga Patihombo lebih banyak membudidayakan kopi robusta. Selain itu, mayoritas warga di sana juga beternak kambing PE. 

Namun, fluktuasi harga ternak yang kian menurun mendorong petani mencari alternatif usaha yang lebih menjanjikan. Kopi arabika ini menjadi salah satu pilihannya.

Baca Juga:Laga PSIM Yogyakarta vs Persebaya Dipastikan Tanpa Suporter Tamu

"Kopi Arabika ini menjadi harapan baru kami," kaya Supino, Rabu (21/1/2026).

Diakui Supino, pihaknya sempat ragu dengan kondisi alam yang ada di wilayahnya. Mengingat perkebunan kopi memerlukan ketinggian tertentu untuk dapat dikembangkan.

"Awalnya ragu karena ketinggian wilayah, tetapi setelah ada pendampingan dan penegasan dari Kementerian Pertanian bahwa Arabika bisa dikembangkan di Kulon Progo, kami mantap beralih," ungkapnya.

Selain kopi, kelompok Marsudi Rahayu dikenal aktif mengembangkan peternakan kambing PE. Baik melalui usaha kelompok, sistem gaduh, maupun usaha mandiri. 

Kelompok ini bahkan rutin mengikuti pelatihan, studi banding, serta lomba pertanian dan peternakan, dengan sejumlah prestasi hingga tingkat provinsi. 

Baca Juga:Cekcok dengan Tetangga hingga Persoalan Warisan di Desa Masih Dominasi Masalah Hukum di DIY

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan, menegaskan bahwa revitalisasi kopi di Perbukitan Menoreh merupakan upaya bersama untuk menjaga keberlanjutan ekonomi rakyat. 

Tahun ini, pemerintah daerah berhasil mengakses total 50 ribu bibit kopi dari pemerintah pusat, yang akan ditanam bertahap menggantikan tanaman kopi tua yang sudah kurang produktif.

"Kopi Menoreh ini kekuatan masyarakat. Ke depan, pasar ekspor akan Kita dorong dengan satu merek bersama, Kopi Menoreh, agar kualitas, rasa, dan pengolahannya seragam. Masyarakat tidak perlu ragu, kopi tetap menguntungkan," tegas Agung.

Sementara itu, Panewu Girimulyo R. Sukirno, menyampaikan bahwa sepanjang 2025 berbagai fasilitasi pertanian telah diberikan kepada kelompok tani di Purwosari. Mulai dari peremajaan kopi Arabika, bantuan bibit, hingga dukungan di sektor peternakan dan ketahanan pangan.

"Kami berharap kopi Arabika ini tumbuh baik, berkualitas, dan ke depan pemasarannya tidak hanya lokal, tapi bisa menembus pasar nasional bahkan luar negeri," kata Sukirno.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak