- Ratusan perantau di Yogyakarta memanfaatkan program "Balik Kerja Gratis" BPKH pada Senin (23/3/2026) untuk kembali ke kota kerja mereka.
- Program ini sangat membantu meringankan beban finansial peserta karena biaya angkutan Lebaran yang cenderung mahal pasca-mudik.
- Terdapat antusiasme tinggi dengan lebih dari 2.700 pendaftar melebihi kuota 675 kursi yang disediakan BPKH.
SuaraJogja.id - Pasca merayakan Lebaran di kampung halaman di Yogyakarta dan sekitarnya, para perantau mulai bersiap untuk kembali bekerja di tanah perantauan. Namun bagi banyak perantau, fase kembali ke kota tempat bekerja justru menjadi momen paling berat saat sisa uang menipis setelah kebutuhan mudik dan berkumpul bersama keluarga terkuras.
Terlebih biaya angkutan Lebaran jauh melesat berkali lipat. Di tengah situasi itu, ratusan perantau di Yogyakarta akhirnya memilih jalur berburu program Balik Kerja gratis.
Sebut saja Ngainur Rofiq, warga Yogyakarta yang ikut program Balik Kerja Gratis dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk kembali bekerja di Bekasi. Sejak pagi, dia dan 600-an perantau dari Bantul, Kulonprogo, Gunung Kidul, Klaten hingga Kebumen tampak memadati titik keberangkatan di Balaikota Yogyakarta, Senin (23/3/2026).
"Biasanya ongkos bus hampir Rp500 ribu, jadi saya bisa hemat sekitar Rp800 ribu," ujarnya.
Baca Juga:Dinkes Sleman Siagakan Fasyankes 24 Jam Selama Lebaran, Antisipasi Kematian Ibu hingga Super Flu
Rofiq mengaku program ini sangat membantu kondisi keuangannya setelah mudik. Bukan kali pertama, Rofiq bahkan sudah dua kali mengikuti program serupa.
Baginya, program ini bukan hanya soal gratis. Namun lebih dari itu juga kepastian untuk bisa kembali bekerja tepat waktu.
"Saya tanggal 25 sudah masuk kerja. Jadi ini sangat membantu, bisa langsung pulang, istirahat, lalu berangkat kerja lagi," ungkapnya.
Cerita serupa datang dari peserta lain, Dani, perantau asal Bantul yang bekerja di Tangerang. Ia membawa serta keluarga kecilnya, suami dan dua anak dalam perjalanan balik kerja kali ini.
Menurutnya, biaya perjalanan untuk satu keluarga bisa balik ke Tangerang menjadi beban besar.
Baca Juga:Puncak Arus Mudik Lebaran, 53 Ribu Penumpang Padati Yogyakarta, KAI Tambah Kapasitas Perjalanan
"Kalau biasanya sekitar Rp500 ribu per orang, untuk empat orang bisa sampai Rp1,5 juta," ujarnya.
Dani mengetahui program ini dari media sosial, lalu mendaftar melalui tautan yang dibagikan. Prosesnya dinilai mudah, namun tetap kompetitif karena tingginya minat.
Perempuan 40 tahun ini mengaku uangnya hampir habis untuk keperluan mudik di Pleret Bantul. Karenanya dia berburu program balik gratis untuk bisa mencari nafkah lagi bagi keluarganya.
"Daftarnya gampang, tapi memang harus cepat karena peminatnya banyak," katanya.
Fenomena banyaknya perantau yang kesulitan biaya arus balik juga diakui oleh pihak penyelenggara. Anggota Badan Pelaksana BPKH, Sulistyowati, menjelaskan program ini lahir dari realitas di lapangan.
"Setelah Lebaran, banyak masyarakat yang kehabisan biaya. Tadi juga banyak yang menyampaikan terima kasih karena uang saku mereka sudah habis," ungkapnya.