- Pemkot Yogyakarta mengelola 300 ton sampah harian untuk mencegah darurat sampah akibat keterbatasan lahan di wilayah kota.
- Proyek PSEL DIY mundur ke tahun 2028 karena kendala pasokan sampah minimal 1.000 ton per hari dan lahan.
- Pemerintah daerah tengah melakukan penyesuaian regulasi terkait sanksi pemenuhan volume sampah serta tambahan kebutuhan lahan residu proyek.
Pemkot terus menggerakkan program pengolahan sampah berbasis pemilahan dan pengurangan sejak dari sumbernya.
Pengolahan tersebut dilakukan melalui berbagai skema, mulai dari pemilahan di tingkat masyarakat, pengolahan di depo, hingga berbagai gerakan pengurangan sampah di kota.
"Setiap hari sekitar 300 ton bisa kita selesaikan, sehingga di depo-depo hari ini tidak ada yang menumpuk," jelasnya.
Langkah ini dinilai penting agar pembuangan sampah ke tempat pemrosesan akhir mengalami kendala. Sembari menunggu kesiapan proyek PSEL dan berbagai penyesuaian yang masih dibahas, pemkot berupaya memastikan pengelolaan sampah tetap berjalan melalui sistem pengurangan dan pengolahan di tingkat daerah.
Baca Juga:UPN Jogja Sebut Belum Ada Tawaran Resmi Kelola MBG, Pilih Fokus Ketahanan Energi
"Upaya ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pengelolaan sampah di Kota Yogyakarta sekaligus menjadi bagian dari solusi jangka panjang bagi persoalan sampah di jogka," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi