Tak Ada Lagi Rebutan Gunungan, Garebeg Idul Adha Yogyakarta Tahun Ini Ditiadakan

Sri Sultan HB X memutuskan meniadakan kirab gunungan pada perayaan Garebeg Besar di Keraton Yogyakarta, 27 Mei 2026.

Tasmalinda
Kamis, 21 Mei 2026 | 19:52 WIB
Tak Ada Lagi Rebutan Gunungan, Garebeg Idul Adha Yogyakarta Tahun Ini Ditiadakan
Gunungan Garebeg Idul Adha di Yogyakarta.
Baca 10 detik
  • Sri Sultan HB X memutuskan meniadakan kirab gunungan pada perayaan Garebeg Besar di Keraton Yogyakarta, 27 Mei 2026.
  • Keputusan penyederhanaan prosesi ini dilakukan demi efisiensi biaya di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
  • Seluruh rangkaian upacara hanya dilaksanakan secara terbatas oleh internal abdi dalem tanpa melibatkan partisipasi masyarakat umum.

Namun tahun ini seluruh ubarampe pareden hanya akan dibagikan kepada abdi dalem di dalam keraton.

“Jadi tidak ada gunungan yang keluar dari keraton, tidak ada iring-iringan prajurit juga. Seluruh ubarampe pareden nantinya hanya akan dibagikan kepada Abdi Dalem Keraton Yogyakarta,” ujar KRT Kusumanegara, salah satu Abdi Dalem senior Keraton Yogyakarta.

Menurut Kusumanegara, pihak keraton telah menerima Dhawuh Dalem untuk menyederhanakan pelaksanaan Garebeg Besar tahun ini.

Format pelaksanaannya disebut akan menyerupai Garebeg saat pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.

Baca Juga:Air Mata Haru di Balik Antrean Syawalan Sultan: Perjuangan Siswa Difabel Demi Salaman Raja Jogja

Akibat penyederhanaan tersebut, sejumlah rangkaian acara pendukung seperti Gladhi Resik Prajurit dan Numplak Wajik juga ditiadakan.

Tradisi Bisa Berubah Sesuai Zaman

Wakil Penghageng II Kawedanan Sri Wandawa Keraton Yogyakarta, KRT Sindurejo, mengatakan perubahan bentuk Garebeg sebenarnya pernah terjadi beberapa kali dalam sejarah Keraton.

Mulai dari masa perjuangan kemerdekaan hingga pandemi Covid-19, prosesi Garebeg disebut selalu menyesuaikan kondisi zaman tanpa menghilangkan esensi utamanya.

“Ini menunjukkan rangkaian upacara budaya dapat berubah sesuai situasi dan kondisi, asalkan esensinya tetap sama,” ujarnya.

Baca Juga:Babak Baru Rampasan Geger Sepehi 1812: Trah Sultan HB II Tegas Ambil Langkah Hukum Internasional

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, meminta masyarakat memahami keputusan Keraton tersebut.

Menurutnya, meski prosesi pembagian pareden ke luar keraton ditiadakan, nilai utama Garebeg sebagai simbol sedekah Raja kepada rakyat tetap tidak berubah.

“Tidak digelarnya prosesi pembagian pareden ke luar lingkungan keraton sama sekali tidak menghilangkan esensi utama Garebeg sebagai wujud syukur dan sedekah dari Raja,” pungkasnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak