Baca 10 detik
- Sebanyak 68 kepala keluarga di Dusun Kemesu kesulitan air bersih setiap kemarau karena tinggal di perbukitan kapur.
- Warga terpaksa membeli tangki air dari Wonogiri seharga Rp120.000 setelah tandon pribadi mereka mengering dalam satu bulan.
- Warga telah menerima puluhan bantuan tangki air namun tetap mengharapkan pembangunan sumur bor permanen dari pemerintah.
"Alangkah baiknya bilamana ada yang sudi memberi itu kami ingin meminta bantuan sumur bor agar tidak meminta terus-menerus tiap tahun begitu, agar bisa bermanfaat begitu," ujarnya.
Tanpa solusi permanen, kemarau berpotensi terus memaksa warga membeli air dengan penghasilan yang terbatas. Bagi sebagian petani, pilihan terakhirnya tetap sama yakni mengurangi ternak yang seharusnya menjadi tabungan keluarga demi mendapatkan air untuk bertahan hidup.