KKN Berubah Jadi Misi Kemanusiaan, 61 Mahasiswa UMY Bertahan di Tengah Bencana NTT

61 mahasiswa UMY KKN di NTT selamat dari gempa M7,7. Mereka mengalihkan fokus program menjadi relawan kebencanaan dengan mendampingi warga di tenda darurat.

Budi Arista Romadhoni
Senin, 17 Agustus 2026 | 08:58 WIB
KKN Berubah Jadi Misi Kemanusiaan, 61 Mahasiswa UMY Bertahan di Tengah Bencana NTT
Kondisi rumah di Kalurahan Peta, NTT yang rusak akibat gempa, Minggu (16/8/2026). (Dok. Humas UMY)
Baca 10 detik
  • Sebanyak 61 mahasiswa UMY di NTT selamat dari gempa magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).
  • Mahasiswa mengalihkan program KKN menjadi kegiatan kebencanaan dan tinggal di tenda darurat pengungsian.
  • Korban gempa memerlukan bantuan mendesak berupa logistik, air minum, serta pasokan alat medis.

"Kami terus memantau perkembangan kondisi mahasiswa dan situasi wilayah terdampak. Keselamatan mahasiswa tetap menjadi pertimbangan utama, sementara kegiatan kebencanaan dilakukan sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan, paparnya.

Sementara itu salah satu anggota Tim PENA 11 UMY, Fifin Anggela Prista dalam keterangannya, mengungkapkan kondisi di Kecamatan Sambi Rampas cukup berat. Sejumlah warga mengalami luka mulai dari ringan hingga berat, sementara penanganan medis belum optimal akibat keterbatasan obat-obatan dan peralatan medis.

"Pasar, pusat perbelanjaan, dan layanan medis di kecamatan ini sudah lumpuh. Banyak masyarakat yang terdampak mengalami luka ringan, sedang, bahkan luka berat yang belum tertangani karena keterbatasan obat-obatan dan alat medis yang kami bawa," ungkapnya.

Menurutnya, kebutuhan bantuan medis dan logistik masih sangat besar. Terutama bagi warga yang kini bertahan di lokasi pengungsian.

Baca Juga:Ramai di Threads, Dosen Farmasi UMY Diduga Lecehkan Mahasiswi, Kampus Panggil yang Bersangkutan

Di Kelurahan Pota, wilayah pesisir dan sekitarnya, warga terdampak telah mengungsi dan membangun tenda secara mandiri. Kerusakan pusat perbelanjaan juga membuat masyarakat kesulitan mendapatkan bahan makanan.

"Kebutuhan yang saat ini sangat diperlukan adalah logistik, alat medis, dan air minum," jelasnya.

Persoalan lain muncul dari akses menuju wilayah terdampak. Jalan menuju kelurahan masih dapat dilalui, tetapi akses menuju wilayah kabupaten mengalami kerusakan. 

Kondisi ini berpotensi menghambat mobilisasi bantuan bagi warga yang membutuhkan. Situasi tersebut membuat program KKN mahasiswa UMY harus beradaptasi dengan cepat. 

Program kerja yang sebelumnya telah disusun kini dialihkan menjadi kegiatan kerelawanan kebencanaan. Tim PENA 11 yang berada di Desa Nanga Mbaling langsung berkoordinasi dengan masyarakat, pemerintah setempat dan DPL untuk membantu penanganan kondisi darurat.

Baca Juga:Menghadapi Krisis Iklim dari Desa: Sinergi KAGAMA dan UGM Lewat KKN-PPM 2026

Fifin mengungkapkan, saat gempa terjadi, mahasiswa bersama warga sempat dievakuasi ke lapangan selama sekitar dua jam. Setelah situasi memungkinkan, mereka mendirikan tenda di sekitar posko KKN.

"Kami akan mengalihkan program kerja menjadi relawan kebencanaan sesuai dengan koordinasi bersama DPL. Untuk saat ini, kami akan berusaha membantu sesuai dengan kemampuan yang ada dan kebutuhan masyarakat di lapangan," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak