- Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi menyatakan efisiensi anggaran pemerintah mengubah pelaksanaan Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026.
- FKY 2026 berlangsung di Lapangan Beran Sleman pada 13 sampai 19 September 2026 dengan melibatkan komunitas seni.
- Penyelenggaraan festival bertema Aksara ini bertujuan meninggalkan jejak keberlanjutan aktivitas kebudayaan bagi generasi muda DIY.
Setiap hari pengunjung juga akan disuguhi karya baru yang dibuat seniman melalui kolaborasi langsung dengan komunitas masyarakat. Pasar FKY 2026 pun dirancang tidak hanya sebagai tempat transaksi.
"Ada Pasar Pangkon yang berlangsung selama tujuh hari, Pasar Tematik yang diisi bergilir perwakilan daerah, serta Pasar Wigyan berupa pasar berjalan dengan instalasi karya seniman yang dijalankan penari secara performatif," jelasnya.
Dian menambahkan, FKY pada akhirnya ingin menjadi ruang dialog. Komunitas tidak hanya diminta hadir sebagai pengisi acara, tetapi diberi ruang untuk menunjukkan keahlian sekaligus memantik diskusi baru.
Dengan pola tersebut, efisiensi anggaran justru menjadi momentum untuk menguji sejauh mana ekosistem seni budaya DIY mampu bergerak dengan kekuatan komunitasnya sendiri.
Baca Juga:Kematian Bambang hingga Ricuh di Simpang Gramedia, Pakar: Jangan Biarkan Ormas Jadi Polisi Jalanan
"FKY ini kami maknai sebagai ruang dialog," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi