- Pemda DIY bersama Satgas MBG melakukan sidak mendadak ke dapur SPPG di Kota Yogyakarta pada Senin, 21 September 2026.
- Sidak tersebut dilakukan setelah dugaan keracunan makanan yang menimpa 413 siswa, guru, dan karyawan di SMKN 2 Yogyakarta.
- Hasil sidak menunjukkan banyak SPPG belum melaksanakan aturan sesuai standar operasional prosedur yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional.
"Tapi ketika kemudian seperti yang di SMK itu ya dihentikan sementara untuk dia tidak operasional. Tapi kita mau tahu seperti apa anunya [kelanjutannya] nanti," jelasnya.
Made menambahkan, salah satu persoalan yang masih ditelusuri dari kasus di SMKN 2 Yogyakarta berkaitan dengan proses pengolahan makanan. Diduga ayam gongso yang diolah belum matang sempurna
"Kemarin kan juga karena bahan bakunya ya, masaknya belum matang sempurna," ujarnya.
Sementara itu terkait total SPPG yang saat ini dihentikan operasionalnya di DIY, Ni Made belum dapat memberikan angka pasti. Pemda DIY masih menunggu seluruh hasil pemeriksaan dari tim yang turun ke lapangan. Data dari masing-masing SPPG akan direkap dan dikaji untuk menentukan langkah selanjutnya.
Baca Juga:Puluhan Siswa Keracunan di Turi, Orang Tua Desak Stop MBG Kalau Bikin Anak Jadi Korban
"Jika diperlukan, hasil evaluasi tersebut juga akan menjadi bahan rekomendasi kepada pemerintah pusat," jelasnya.
Made menegaskan pengawasan tidak berhenti pada sidak hari ini. Temuan di lapangan akan menjadi catatan untuk memperbaiki pelaksanaan MBG ke depan.
Pemda DIY juga berharap pengelola SPPG kooperatif menjalani evaluasi dan memperbaiki kekurangan yang ditemukan.
"Ini yang mungkin juga kami juga berharap semuanya kooperatif lah gitu," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga:Sempat Alami Gejala Keracunan Usai Santap MBG, Puluhan Siswa di Sleman Akhirnya Kembali Bersekolah