Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender

Pengenaan PPN 11% pada pembalut wanita dinilai tidak adil dan memicu kemiskinan menstruasi. Pemerintah didesak menghapus pajak produk esensial ini demi keadilan gender.

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 06 November 2026 | 17:46 WIB
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
Ilustrasi wanita dan pembalut (Pexels/Grabowska)
Baca 10 detik
  • Akademisi UMY Ane Permatasari di Yogyakarta pada Jumat (6/11/2026) menyatakan kebijakan PPN 11 persen untuk pembalut membebani perempuan.
  • Kebijakan pajak tersebut berpotensi meningkatkan kemiskinan menstruasi serta mengancam kesehatan, pendidikan, dan produktivitas perempuan berpenghasilan rendah.
  • Pemerintah didesak menghapus pajak pembalut dan mempertimbangkan analisis dampak gender dalam kebijakan perpajakan.

"Keterbatasan ekonomi itu dalam kondisi tertentu bahkan berpotensi memengaruhi kesehatan, pendidikan, hingga produktivitas. Jadi, persoalannya jauh lebih besar daripada sekadar tambahan harga pembalut. Ini menyangkut martabat, kesehatan, kesempatan, dan kualitas hidup perempuan," ungkapnya.

Alih-alih menambah beban pajak, Ane meminta pemerintah meninjau kembali pengenaan PPN terhadap produk menstruasi dan mempertimbangkan pembebasan pajak. Produk yang diperhatikan juga tidak seharusnya terbatas pada pembalut, tetapi mencakup produk menstruasi esensial lainnya.

Selain itu pemerintah perlu menerapkan analisis dampak gender dalam penyusunan dan evaluasi kebijakan fiskal. Apalagi selama ini, perspektif gender lebih sering dikaitkan dengan kebijakan belanja negara, seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan perempuan.

"Padahal, kebijakan penerimaan negara, termasuk perpajakan, juga perlu dikaji berdasarkan dampaknya terhadap kelompok masyarakat berbeda," ungkapnya.

Baca Juga:Kecelakaan di Wates, Motor Belok Dadakan Tabrak Truk, Seorang Wanita Tewas

Ia berharap Kementerian Keuangan menjadikan analisis dampak gender sebagai salah satu pertimbangan dalam menyusun kebijakan perpajakan. Bila perlu pemerintah menyediakan pembalut gratis atau bersubsidi bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Penyediaannya dapat dilakukan melalui sekolah, fasilitas kesehatan, tempat kerja, dan fasilitas pelayanan sosial. Prioritas diberikan kepada pelajar, perempuan berpenghasilan rendah, pekerja informal, serta perempuan di wilayah terpencil.

"Namun pemenuhan kebutuhan menstruasi tidak cukup hanya dengan membagikan pembalut. Pemerintah juga perlu menjamin ketersediaan air bersih, toilet layak, fasilitas sanitasi, informasi kesehatan menstruasi, dan produk yang aman," tandasnya.

Yang tidak kalah penting, lanjut Ane adanya penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Kementerian Keuangan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Kesehatan, serta pemerintah daerah perlu membangun agenda bersama agar kebijakan perpajakan sejalan dengan perlindungan kesehatan reproduksi perempuan.

"Organisasi perempuan dan kelompok terdampak secara langsung perlu dilibatkan dalam penyusunan maupun evaluasi kebijakan. Jangan sampai kebijakan tentang kebutuhan perempuan dirumuskan tanpa mendengarkan pengalaman perempuan sendiri," imbuhnya.

Baca Juga:Bawaslu Kulon Progo Dorong Peran Perempuan untuk Politik yang Lebih Humanis

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak