- Badan Promosi Pariwisata Daerah DIY menyelenggarakan Jogja Cultural Wellness Festival 2026 di Loman Park Hotel pada 6 hingga 8 November 2026.
- Festival keempat bertema RECONNECT ini bertujuan memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi pariwisata kebugaran berbasis budaya yang holistik.
- Acara selama tiga hari tersebut menghadirkan 92 program kebugaran yang melibatkan 97 komunitas, 65 praktisi, dan 36 artisan lokal.
SuaraJogja.id - Upaya memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi cultural wellness kembali diwujudkan melalui Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2026.
Memasuki tahun keempat sejak pertama kali digelar pada 2023, festival inisiasi Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Daerah Istimewa Yogyakarta ini berlangsung pada 6–8 November 2026 di Loman Park Hotel Yogyakarta.
Mengusung tema "RECONNECT: Reconnecting People, Culture & Wellbeing", JCWF 2026 menawarkan pengalaman wisata yang lebih bermakna.
Tidak sekadar mengandalkan warisan sejarah, festival ini membuktikan bahwa ekosistem komunitas, tradisi, pengetahuan lokal, dan praktik keseharian masyarakat Yogyakarta dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata kebugaran yang utuh.
Baca Juga:Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC
Ketua BPPD DIY, GKR Bendara, menegaskan bahwa budaya Jawa memiliki keterkaitan erat dengan konsep kesejahteraan hidup (wellbeing).
Nilai-nilai filosofi hamemayu hayuning bawana, semangat gotong royong, serta harmoni antara manusia dengan alam merupakan jawaban atas tingginya kebutuhan masyarakat modern terhadap kehidupan yang lebih seimbang.
“Melalui JCWF, kami ingin menunjukkan bahwa Yogyakarta memiliki kekuatan untuk mengembangkan pariwisata yang tidak hanya menawarkan keindahan destinasi, tetapi juga pengalaman yang memberikan nilai bagi kehidupan. Budaya, komunitas, alam, dan praktik wellbeing merupakan potensi yang saling terhubung untuk memperkuat daya saing pariwisata,” ujar GKR Bendara.

Selama tiga hari penyelenggaraan, JCWF 2026 menghadirkan 92 program wellness (19 di antaranya gratis) yang terbagi dalam enam tema pengalaman utama:
1. Spiritual & Energy Healing (23 program): Mengeksplorasi spiritualitas, tradisi, dan keseimbangan diri.
2. Mental Health & Emotional Wellbeing (18 program): Menghadirkan pengalaman dan diskusi terkait kesehatan mental serta pengelolaan emosi.
3. Meditation & Sound Healing (17 program): Menawarkan praktik meditasi, relaksasi, dan pengalaman pemulihan melalui suara.
4. Healthy Food & Herbals (13 program): Mengenalkan pangan sehat, herbal, dan pengetahuan tradisional.
5. Breathwork & Mindful Movement (11 program): Menghadirkan aktivitas olah tubuh, pernapasan, dan gerak sadar.
6. Art Therapy (10 program): Memanfaatkan seni dan kreativitas sebagai ruang ekspresi dan refleksi diri.
Baca Juga:Sri Sultan Sebut Penurunan Foto Wapres Gibran Tidak Pantas, DPRD DIY Ungkap Fakta Sebenarnya
Seluruh program ini melibatkan 97 komunitas dan mitra terkurasi, termasuk 65 praktisi wellness. Pengunjung juga dapat mengeksplorasi Wellness Artisan Market yang menghadirkan 36 artisan lokal dengan produk pangan sehat, herbal, dan kerajinan.
Tak ketinggalan, area Community Space dan Business Matching Lounge disediakan sebagai ruang pertemuan interaktif antara pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat untuk memperkuat jejaring ekosistem pariwisata wellness di Yogyakarta.