SuaraJogja.id - Pemerintahan Provinsi (Pemprov) DI. Yogyakarta berjanji akan membebaskan lahan warga jika mereka terisolasi dalam satu wilayah terdampak pembangunan jalan tol.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Jogja-Solo dan Jogja-Bawen, Totok Wijayanto mangungkapkan akan memberi ganti untung bagi warga yang terisolasi.
"Bagi warga yang menyendiri dan tidak ada penghuni lain di sekitar kawasannya bakal dipertimbangkan akan dipindah atau tidak. Jika setelah dikaji oleh tim pengadaan tanah dan benar-benar terisolasi, bakal kami bebeaskan (diberi ganti untung)," kata Totok Wijayanto pada wartawan, Kamis (12/12/2019).
Ia menyontohkan jika ada satu RT yang hampir seluruh warganya tergusur dan menyisakan tiga rumah warga, hal itu menjadi tugas kepala desa setempat. Pemangku wilayah diarahkan membuat surat kepada tim pengadaan tanah untuk mengkaji apakah rumah warga itu terisolasi atau tidak.
"Yang jelas rumah warga yang terisolasi itu tidak boleh. Jadi harus dibebaskan," tambah dia.
Totok menerangkan selain rumah terisolasi yang nantinya harus dibebaskan, ada jenis tanah yang juga diberi ganti untung dengan kajian khusus.
"Lahan yang tidak memiliki akses, misal dibelakangnya jurang, karena tidak bisa dimanfaatkan itu harus dibebaskan. Termasuk juga tanah yang tidak beraturan. Misal awalnya 400 meter persegi (luas lahan) setelah diukur dan dilewati tol, bentuknya berubah segitiga, itu seluruhnya harus dibebaskan. Tapi dengan syarat warga meminta (diganti) ," tambahnya.
Hingga kini, tim pengadaan tanah tengah melakukan validasi data kepemilikan tanah di Desa Selomartani. Tim yang tergabung dalam Satgas Lapangan diberi waktu dua pekan untuk menyinkronkan data tersebut.
"Nantinya satgas lapangan kami beri dua pekan untuk membenarkan data yang ada di desa ini (Selomartani). Karena di desa ini masih banyak warga yang belum membalik nama mereka," ungkap Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY, Krido Suprayitno.
Baca Juga: 30 Rumah Utuh di Desa Selomartani Dipastikan Tergusur Proyek Tol Jogja
Pembangunan jalan tol Jogja-Solo masih dalam tahap sosialisasi. Pemprov bakal menyasar ke sejumlah wilayah terdampak seperti Kecamatan Kalasan dan Prambanan.
Rencananya sosialisasi dan pembebasan lahan sendiri selesai pada 2020 mendatang. Sehingga 2021 fisik bangunan sudah bisa dimulai. Dengan demikian 2023 pembangunan selesai dan 2024 bisa dioperasikan.
Berita Terkait
-
30 Rumah Utuh di Desa Selomartani Dipastikan Tergusur Proyek Tol Jogja
-
Banyak Pemilik Tanah Terdampak Tol Jogja di Selomartani Urung Balik Nama
-
Selomartani Terdampak Pembangunan Tol Jogja-Solo, Warga Pondok Minta Ini
-
Setengah Luas Rumah Suparjono Bakal Dipangkas untuk Jalur Tol Jogja
-
Tak Bisa Negosiasi Soal Ganti Untung Tol Jogja, Ini Harapan Murtiningsih
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Murah, Mudah Didapat, Sulit Ditinggalkan, Kisah Kelam Mantan Pengguna Obat Keras di Jogja
-
Setoran Pajak Meroket, Kinerja BRI Kian Solid Berkat Sentuhan Danantara
-
Tanggulangi Kekeringan di Musim Kemarau, Kodim 0730/Gunungkidul Bangun 18 Titik Sumur Bor
-
Materi Pencegahan LGBTQ Masuk Sekolah, Pengamat Ingatkan Guru Jangan Menghakimi Siswa
-
Haraku Ramen Buka Gerai Pertama di Jogja, Cita Rasanya Dipuji Bupati Sleman: Cocok di Lidah!