SuaraJogja.id - Penganiyaan tanpa motif yang kembali marak terjadi di wilayah DI Yogyakarta menjadi perhatian publik saat ini. Setelah banyak korban dari pihak anak SMA, kini giliran driver ojek online yang jadi sasaran.
Hal tersebut menyulut Forum Komunikasi Ormas dan Relawan (FKOR) Yogyakarta turun tangan. Mereka berusaha menjalin komunikasi kepada Kepolisian Daerah (Polda) DIY serta meminta lebih serius dalam menuntaskan masalah klitih.
Aksi dukungan serta upaya FKOR, ditunjukkan dengan pawai motor ke Mapolda DIY, Senin (3/1/2020) pukul 14.00 wib dari Taman Kuliner Condong Catur. Ratusan ormas serta relawan yang tergabung dalam berbagai kelompok berkumpul di lapangan mapolda setempat untuk bertemu dengan Kapolda DIY, Irjen Pol Asep Suhendar.
"Kedatangan kami untuk memberi dukungan sekaligus mendesak kepada polisi dalam menangani kasus klitih ini lebih serius. Pasalnya polisi sudah maksimal menangani pelaku-pelaku ini tapi masih saja muncul pelaku lainnya," terang Sekjen FKOR, Waljito kepada wartawan.
Pihaknya menambahkan kehadiran FKOR merupakan salah satu kepedulian masyarakat untuk mencari formula baru dalam menekan masalah klitih agar tak menimbulkan korban yang sedang atau bertugas di jalan.
"Jadi kami akan bersinergi dengan polisi. Selain itu juga akan dibuat aturan sesuai dengan arahan gubernur yang ke depan menjadi aturan gubernur terkait masalah penganiyaan ini. Dari mulai pencegahan, penanganan serta rehabilitasi terhadap pelaku klitih," ujar dia.
Waljito menyontohkan, bentuk aturan-aturan tersebut antara lain, ada waktu batasan jam malam yang diperbolehkan pelajar keluar malam.
"Nanti selain dengan polisi akan berkerjasama dengan stakeholder bahkan dinas lain seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk berpatroli. Memang tak bisa dipungkiri, pelaku ini didominasi oleh anak-anak di bawah umur dan pelajar," terangnya.
Tak berhenti di sana, FKOR juga mengaku siap melakukan patroli untuk mengamankan dan menciptakan rasa aman masyarakat saat berada di malam hari.
Baca Juga: Dinkes DIY Lacak Warga Jogja yang Ikut Dievakuasi dari Wuhan ke Natuna
"Kami siap membantu pihak aparat untuk melakukan pengamanan. Namun saat ini masih dalam formula bagaiamana kami bisa hadir saat petugas melakukan patroli. Artinya permintaan kami untuk menanggapi kasus klitih ini bisa diselesaikan oleh berbagai pihak," tambah Waljito.
Tak hanya soal pencegahan. Penanganan dan rehabilitasi juga menjadi perhatian FKOR, menyusul para pelaku diketahui tergabung dalam kelompok atau geng sekolah.
"Tentunya dari berbagai aspek (pencegahan, penanganan dan rehabilitasi) nantinya kami ikut membantu. Kasus ini sudah meresahkan masyarakat Yogyakarta. Ditambah lagi mencari teror saat warga berada di jalan malam hari," tutur dia.
Sementara Kapolda DIY, Irjen Pol Asep Suhendar mengapresiasi dukungan masyarakat yang tergabung dalam FKOR terhadap kepedulian untuk menyelesaikan kejahaatan jalanan itu.
"Saya berterima kasih atas dukungan masyarakat untuk membantu polisi dalam menyelesaikan masalah ini. Sebenarnya ini jangan disebut klitih, tapi kejahatan jalanan. Melihat kejadian di Kulonprogo beberapa waktu lalu itu hanya dendam tertentu," kata dia.
Asep menambahkan bahwa masalah kejahatan jalanan ini sudah dibicarakan bersama Gubernur DIY, Sri Sultan HB X untuk membentuk kelompok kerja (Pokja).
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh
-
Upacara HUT RI ke-81 di Kulon Progo Berlangsung Tanpa Tenda Pejabat, Seluruh Peserta Berdiri Sejajar
-
Ketika Persoalan Bangsa Tak Kunjung Usai, Bendera 25 Meter Mengingatkan Arti Cinta Tanah Air
-
Civitas Akademika Jogja Pilih Sindir MBG, Kopdes hingga Korupsi Lewat Karnaval Kemerdekaan
-
Perubahan Iklim Mulai Menggerus Produktivitas Ternak, Pakar UGM Dorong Strategi Baru