SuaraJogja.id - Pemkab Sleman menyiapkan bantuan jaminan hidup (jadup) tak hanya untuk orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) yang miskin, melainkan warga lainnya yang ikut terdampak pandemi corona. Salah satu sasaran bantuan jadup ini juga mencakup warga dari kalangan miskin dan rentan miskin yang kehilangan mata pencarian (jobless) karena wabah COVID-19.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sleman Eko Suhargono mengatakan, pemberian bantuan jadup yang diberikan oleh Pemkab tidak hanya berdasarkan data pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19, PDP, ODP, dan masuk kriteria miskin/rentan, melainkan juga warga miskin/rentan miskin yang belum terdaftar dan belum menerima bantuan baik dari Pusat maupun Pemda DIY. Jika Pemerintah Pusat memberikan bantuan bagi warga terdampak COVID-19 melalui program PKH sesuai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), maka Pemda DIY juga memberikan bantuan jadup berdasarkan DTKS di luar penerima program PKH.
"Kami di Sleman memberikan dana bantuan di luar data Pusat dan Pemda DIY agar tidak bantuan tidak tumpang tindih. Kami merujuk data keluarga miskin yang belum masuk data keduanya ada sekitar 9.094 KK," kata Eko, Senin (13/4/2020).
Tidak hanya itu, warga yang juga kehilangan pekerjaan dan hanya menerima penghasilan sehari-hari, tetapi kehilangan pekerjaan (jobless) akibat pandemi COVID-19 juga bisa mendapatkan dana jadup. Hanya saja, penggunaan dana jadup tersebut harus sesuai dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh Pemkab.
Baca Juga: Xavi Dukung Neymar Kembali ke Barcelona
"Misalnya dia di-PHK, tapi mendapatkan pesangon dengan jumlah besar, ya tidak dapat. Yang dapat jadup hanya yang benar-benar membutuhkan. Makanya, meskipun kami mendapat pengajuan dari desa, tetap kami lakukan verifikasi faktual apakah penerima layak menerima jadup atau tidak," jelas Eko pada HarianJogja.com -- jaringan SuaraJogja.id.
Hingga kini, katanya, belum banyak yang mengajukan jadup ODP/PDP karena sebagian besar suspect masuk keluarga mampu. Terakhir, Dinsos menerima pengajuan dana jadup bagi ODP/PDP yang tidak mampu dari Desa Bangunkerto, Turi untuk satu keluarga.
"Untuk yang social safety kami masih menunggu cleansing data antara pusat dan provinsi. Nanti berapa KK jatah yang harus disiapkan kabupaten dan berapa yang menjadi kewajiban pemerintah desa, itu yang disiapkan," katanya.
Berdasarkan SE Bupati terkait dana jadup, dana bantuan jadup yang diberikan kepada ODP/PDP miskin/rentan miskin berupa uang paling banyak Rp45.000 per jiwa per hari selama menjalani masa isolasi paling lama 14 hari. Bantuan jadup diberikan kepada seluruh anggota keluarga. Pemberian bantuan ini harus melalui mekanisme Jaring Pengaman Sosial (JPS).
"Dana jadup diambil dari dana JPS Rp7,5 miliar yang dianggarkan Pemkab. Nanti kami akan sesuaikan dengan kemampuan APBD," katanya.
Baca Juga: Perhatikan Bahan, Begini Cara Membuat Hand Sanitizer yang Aman untuk Anak
Sebelumnya, Penjabat Sekda Sleman Hardo Kiswoyo mengatakan, Pemkab Sleman mengeluarkan aturan soal pemberian bantuan jadup. Berdasarkan SE No.404/00904, katanya, bantuan jadup hanya diberikan bagi pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19, Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan/atau Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masuk kriteria miskin atau rentan yang sudah masuk isolasi.
Berita Terkait
-
Inflasi Sukses Ditekan, Pemkab Sleman Kantongi TPID Award
-
14 Juta Pekerjaan di Dunia Akan Hilang Dalam 5 Tahun ke Depan
-
Kemnaker Apresiasi Kajian dan Dukungan ILO terhadap Pelaksanaan Program JKP
-
Duh, Gejala Long Covid-19 Bikin Lebih dari 4 Juta Orang Kehilangan Pekerjaan
-
Dampak Transisi Kendaraan Listrik, 31.000 Tenaga Kerja Bakal Kehilangan Pekerjaan
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil
-
Tiga Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Parangtritis, Satu Masih Hilang
-
Cerita UMKM Asal Bantul Dapat Pesanan dari Amerika di Tengah Naiknya Tarif Impor Amerika
-
Diserbu 110 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran, Tiket 50 Perjalanan KA YIA Ludes
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo