SuaraJogja.id - Setelah sebelumnya warga di Kalurahan Kaligintung dan Kalidengen, Kapaenwon Temon, Kabupaten Kulo Progo yang mengungkapkan keresahannya terkait molornya pembayaran ganti rugi lahan rel kereta Bandara Internasional Yogyakarta atau Bandara YIA, kali ini keresahan itu juga datang dari warga Kalurahan Glagah, Temon yang lahannya terdampak pembangunan rel kereta api bandara tersebut.
Mantan Lurah Glagah Agus Parmono mengatakan, warga Glagah juga mengalami penundaan pembayaran ganti rugi. Tidak berbeda dari nasib warga Kaligintung dan Kalidengen, sampai saat ini di Glagah belum semua warga terdampak menerima pembayaran ganti rugi tersebut.
"Belum semua, dari warga juga resah dan masih nunggu entah sampai kapan akan dibayarkan," ujar Agus, saat ditemui SuaraJogja.id, Jumat (26/6/2020).
Meski sudah tidak menjabat sebagai Lurah Glagah, Agus memang sudah mengetahui cukup banyak informasi terkait proses pengadaan lahan proyek rel kereta bandara tersebut. Pasalnya, baru pada November 2019 silam ia purna dari tugasnya, yang itu berarti tepat saat proses pengadaan lahan berlangsung.
Agus menuturkan, ada sekitar 200 bidang tanah di Kalurahan Glagah yang terkena pembangunan jalur rel KA bandara. Jalur itu dikatakan Agus melintasi wilayah Dusun Logede, Kepek, Macanan, Kretek, dan Sidorejo.
"Memang cukup banyak, tapi ya belum semua pemilik lahan itu memperoleh ganti rugi," ungkapnya.
Sementara itu, Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri mengatakan, pembebasan lahan untuk jalur kereta Bandara YIA masih dalam proses. Menurut perhitungannya, sudah 200 lahan yang berhasil dibebaskan dari sekitar total 500 lahan.
"Sudah terbayar sekitar 200 bidang, saat ini kita akan dipercepat lagi soal pembebasan itu," ungkap Zulfikri, saat ditemui awak media, ketika mendampingi Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau Bandara YIA.
Zulkifri menuturkan, molornya proses ganti rugi pembayaran lahan terdampak pembangunan jalur kereta bandara membutuhkan proses yang cukup panjang. Salah satunya dengan mengharuskan pihak bersangkutan untuk memverifikasi berkasnya ke Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).
Baca Juga: Kisruh Ganti Rugi Lahan Kereta Bandara, Pemkab Kulon Progo Surati BPN
Proses review kelengkapan berkas dari BPKP itu cukup membutuhkan waktu, sebelum nanti akhirnya semua berkas yang sudah lengkap bisa diproses lebih lanjut oleh LMAN untuk dilakukan pembayaran ganti rugi tersebut.
"Nanti kita akan selesaikan kendala-kendala itu, masih terus proses, semoga juga segera bisa terselesaikan," tegasnya.
Sementara itu, hingga saat ini tim pengadaan lahan proyek pembangunan rel Bandara YIA belum bisa dikonfirmasi lebih lanjut karena tengah menyelesaikan pengadaan lahan di wilayah Kendal, Jawa Tengah.
Berita Terkait
-
Kunjungi DIY Tinjau Kesiapan New Normal, Menhub Apresiasi Bandara YIA
-
Kisruh Ganti Rugi Lahan Kereta Bandara, Pemkab Kulon Progo Surati BPN
-
Ganti Rugi Masih Molor, Lahan Warga untuk Jalur Kereta YIA Sementara Disewa
-
Ganti Rugi Lahan Jalur Kereta Bandara YIA Tak Ada Titik Terang, Warga Resah
-
Pergerakan di Bandara YIA Meningkat Jelang Pemberlakuan New Normal
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Ibadah GMS di Bantul Dibubarkan Ormas, Polisi Turun Tangan, Begini Hasil Mediasinya
-
Penjualan Hewan Kurban Turun 10 Persen, Pedagang Pusing Harga Pakan Naik Jelang Idul Adha
-
Dugaan Korupsi Tiga Mantan Pengurus BUKP Tempel Sleman, Negara Rugi Rp2,1 Miliar
-
Siap Lari di Mandiri Jogja Marathon 2026? Marriott Yogyakarta Hadirkan Paket Race & Rest Bagi Pelari
-
Jalan Damai 57 Biksu Tembus Panas dan Luka, Yogyakarta Jadi Titik Istimewa Menuju Borobudur