SuaraJogja.id - Pasangan bakal cabup-cawabup Pilkada 2020 Sleman Kustini-Danang hadir ke kantor KPU Sleman, Jumat (4/9/2020) sore.
Pada pukul 14:49 WIB pasangan tersebut muncul dari kantor PDI P DPC Sleman bersama para pendukung. Mereka berbaris bersama membawa spanduk bergambar foto Kustini-Danang, disertai tulisan "Menjaga Pancasila, UUD1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika."
Mengusung lambang burung Garuda yang diletakkan di ujung tongkat, Kustini-Danang didampingi sejumlah orang berseragam loreng khas Satgas PDI P dan PAN.
Selebihnya, baik perempuan dan laki-laki simpatisan yang mendampingi mereka mengenakan pakaian ala Jawa, seperti blangkon, jarik batik, dan beskap, serta kebaya berbahan brokat maupun velvet, lengkap bersanggul.
Kustini Sri Purnomo dan Danang Maharsa mengenakan batik salak parijoto berwarna putih gading dan alat pelindung diri berupa masker dan faceshield.
Keduanya sempat menyunggingkan senyum tanpa membuka masker sembari menunjukkan jempol mereka, bergaya ke hadapan juru foto yang mengambil gambar mereka.
"Doa restunya ya," kata Danang singkat di teras kantor KPU Sleman, sembari melambaikan tangan.
Kustini, yang berada di sebelahnya, memilih senyum sembari melambaikan tangan.
Usai mengantar Kustini-Danang memasuki gedung kantor KPU Sleman, tim Kustini-Danang membagikan press release kepada sejumlah wartawan yang hadir di kesempatan tersebut.
Baca Juga: Lagi, Bawaslu Sleman Temukan Kekeliruan Data Pemilih
Dalam rilis itu, Kustini menjelaskan, KSP mengajak masyarakat untuk mewaspadai praktik politik uang. Sebab jika sampai terjadi, praktik transaksional dalam pilkada akan merugikan masyarakat sendiri.
Ia tidak rela Sleman dipimpin oleh kepala daerah yang tersandera oleh beban berat politik, sehingga selama masa pemerintahannya tidak memikirkan kepentingan rakyat.
Baru Kustini-Danang yang sudah serahkan berkas siang ini
Sebelumnya hingga pukul 14.15 WIB, baru ada satu paslon cabup-cawabup Sleman yang mendaftarkan diri dengan membawa berkas, ke KPU Sleman, pada Jumat siang, yaitu Kustini-Danang.
Penyebabnya, paslon yang lain masih menunggu hasil tes usap (swab), dan ada yang memang masih belum menentukan hari kedatangannya ke KPU Sleman.
Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman Noor Aan Muhlishoh menyatakan, persyaratan PCR diatur dalam PKPU 10 tentang perubahan PKPU pandemi Nomor 6 tahun 2020
Berita Terkait
-
Lagi, Bawaslu Sleman Temukan Kekeliruan Data Pemilih
-
Bawaslu Umumkan Deretan Kerawanan Pelanggaran Pilkada di Masa Pendaftaran
-
Jelang Pendaftaran Bapaslon Pilkada Sleman, Bawaslu Tegaskan Hal Ini
-
Daftar ke KPU Sleman hari Jumat, Sri Muslimatun Bakal Jalan Kaki
-
Bawaslu Temukan Ratusan Pemilih Bermasalah, Begini Respon KPU Sleman
Terpopuler
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Jelang Persebaya vs PSS Sleman, Bonek Punya Misi Kemanusiaan untuk Korban Karhutla
Pilihan
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
-
Singapura Bongkar 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla, Ini Daftar Lengkapnya
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
Terkini
-
66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh
-
BRI Peduli Perkuat Infrastruktur Desa di Cianjur, Jembatan Gantung Bantu Mobilitas 7.000 Warga
-
Daya Beli Warga Jogja Turun, Pedagang Terpaksa Pangkas Dagangan
-
Wacana Gaji ASN Dibayar Kopdes Bikin Geger, Pemda DIY Pusing, DPRD Sebut Tak Masuk Akal
-
BRI Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Kerakyatan