SuaraJogja.id - Pematokan tanah untuk lokasi proyek tol Jogja-Solo di Kabupaten Sleman terus berjalan. Pihak pemerintah juga tetap akan meneruskan pematokan walaupun masih ada tanah kalurahan terdampak tol yang belum memiliki Peraturan Desa (Perdes).
Diketahui, terdapat sedikitnya dua kalurahan di Kabupaten Sleman yang wilayahnya terdampak proyek tol Jogja-Solo dan masih memproses penyusunan Perdes tentang pemanfaatan tanah desa.
Kepala Kundha Niti Mandala sarta Tata Sasana (Dinas Pertanahan dan Tata Ruang) Daerah Istimewa Yogyakarta Krido Suprayitno menjelaskan, pematokan tanah akan berlangsung paralel.
Dengan kata lain, proses penyusunan Perdes akan dilanjutkan oleh pemerintah kalurahan yang bersangkutan, tetapi pematokan juga tetap berjalan.
"Karena pemasangan patok tidak membedakan apakah tanah itu hak milik atau tanah kas desa. Semua kalau sudah sesuai dengan trase dalam Izin Penetapan Lokasi (IPL), ya dipatok. Cuma proses pembebasan lahan kan nanti harus sesuai prosedur, yaitu Peraturan Gubernur Nomor 34 Tahun 2017 [tentang Pemanfaatan Tanah Desa]," ungkap Krido kala dihubungi wartawan, Minggu (6/9/2020)
Menurut dia, beberapa kendala yang dihadapi pemerintah kalurahan dalam menyusun Perdes, di antaranya pedoman harus mengacu Pergub 34.
"Di dalamnya dibahas perihal pemanfaatan tanah kalurahan untuk lumbung, pengarem-arem, tanah kas desa, dan tanah untuk kepentingan umum. Nah inventarisasi jenis tanah-tanah ini tadi, di kalurahan Selomartani belum selesai," terangnya.
Padahal, data hasil inventarisasi berdasarkan masing-masing jenis tanah nantinya harus dituangkan dalam Perdes, imbuh Krido.
Pihaknya juga masih belum dapat melihat secara keseluruhan luasan tanah kalurahan terdampak di Selomartani, terlebih ketika pihak kalurahan belum mengirimkan data ke Pemerintah DIY.
Baca Juga: Ditarget Selesai 2 Bulan, Pematokan Tol Jogja-Solo dari Kalasan ke Tirtoadi
"Berkas belum masuk," ucapnya.
Lebih lanjut Krido mengatakan, terhitung sejak Sabtu (5/9/2020), proses pematokan di Kapanewon Kalasan telah selesai untuk titik Kalurahan Tirtomartani.
"Saya lihat di lapangan, patoknya sudah memasuki perbatasan Tamanmartani. Harapan kami pekan depan sudah Tamanmartani," kata dia.
Ia menyebutkan, kalurahan tersebut merupakan kalurahan kedua yang dipatok sebagai lokasi proyek pembangunan tol.
"Jadi September ini, semuanya sudah selesai untuk sektor timur. Plus Kalurahan Bokoharjo, Kapanewon Prambanan. Sehingga September target harus selesai, sehingga sudah paralel Satgas A dan Satgas B itu memvalidasi data," tuturnya.
Secara prinsip tahapan pematokan tak ada kendala dan sudah dicicil sejak konsultasi publik. Kalaupun ada satu atau dua pihak yang membuat surat agar yang bersangkutan minta tanahnya dibebaskan, semua itu hal yang wajar.
Berita Terkait
-
Ditarget Selesai 2 Bulan, Pematokan Tol Jogja-Solo dari Kalasan ke Tirtoadi
-
Proyek Tol Jogja Tinggal Menunggu Perdes dari 3 Kalurahan Terdampak
-
Dua SD Terdampak Tol Jogja, Ini Sikap Disdik Sleman
-
Pembangunan Tol Jogja-Solo Dimulai 2021, 8 Bidang Sekolah Ini Terdampak
-
Dibagi 3 Tahap, Pembangunan Tol Jogja-Solo Dimulai Awal 2021
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Menjaga Berkah di Dapur Subuh: Perjalanan Inspiratif Penjual Dimsum yang Berhasil Mandiri Finansial
-
Dugaan Ormas Dibenturkan dengan Demonstrans saat Kerusuhan Malioboro, Sultan Klaim Tak Tahu
-
Dua Peserta Demo di Malioboro Sempat Hilang, LBH Laporkan Sudah Pulang
-
Jadi Bank Beraset di Atas Rp500 Triliun, BRI Raih Empat Penghargaan Bergengsi Pada 2026
-
Puncak AXIS Nation Cup 2026 Segera Tiba, Tim Futsal SMA Terbaik Siap Adu Kekuatan