SuaraJogja.id - Pemilih pemula menjadi kelompok yang akan diperebutkan oleh bakal calon bupati dan wakil bupati Gunungkidul. Pasalnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebut jika jumlah pemilih pemula pada daftar pemilih sementara mencapai 35% dari total sebanyak 600.825 jumlah pemilih yang sudah didata.
Namun Forum Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyebut jika pemilih pemula menjadi golongan rentan menjadi sasaran politik uang. Dengan janji memberi kuota internet bacalon bupati dan wakil bupati berusaha membujuk untuk memilih pasangan ini. FSGI sendiri telah menengarai adanya beberapa wilayah yang telah membujuk pemilih pemula dengan memberi kuota.
Sekjen FSGI Heru Purnomo mengatakan, dalam laporan yang masuk, ada oknum dinas pendidikan di sejumlah daerah meminta data nomor handphone para siswa pemilih pemula dalam Data Pokok Pendidikan Kemendikbud untuk memperoleh bantuan kuota internet peserta didik.
“FSGI mendapatkan laporan adanya perintah pencatatan nomor HP alumni di jenjang pendidikan SMA/SMK dan diserahkan pada calon kepala daerah, padahal perintah ini tidak ada kaitannya dengan kewajiban Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Heru Purnomo seperti yang dimuat di suara.com hari Senin (14/9/2020) kemarin.
Plt Ketua Bawaslu Gunungkidul, Tri Asmiyanto sendiri tidak menampik kerawanan tersebut. Karena memiliki kerawanan cukup tinggi maka Bawaslu akan menjadikan kelompok pemilih pemula sebagai prioritas dalam pengawasan untuk Pilkada Gunungkidul ini.
Saat ini pihaknya masih menunggu data kongkrit siapa saja yang berpotensi menjadi pemilih pemula dalam Pilkada kali ini. Sehingga nanti pihaknya akan berupaya memberikan penekanan alias prioritas dalam berbagai sosialisasi berkaitan dengan peningkatan kualitas pemilih nantinya.
"Kita selama ini bergandengan tangan dengan KPU dan Kesbangpol untuk melakukan sosialisasi di setiap kepanewonan untuk menciptakan politik yang bersih," terangnya saat dihubungi nomor pribadinya, kemarin.
Ia mengakui jika pengawasan bagi pemilih pemula memang lebih rumit tahun ini. Utamanya karena kegiatan belajar mengajar masih di dalam jaringan. Biasanya Bawaslu melakukan roadshow dari sekolah ke sekolah untuk melakukan sosialisasi, tapi karena pandemi ini maka pihaknya kini harus membuat rancangan baru.
Sejauh ini pihaknya menyiapkan tiga strategi diantaranya berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk memastikan sambungan internet untuk interaksi dalam jaringan, kemudian para pemilih pemula yang notabennya masih duduk di bangku sekolah ini diajak untuk melakukan pengawasan partisipatif sebagai relawan pemilih pemula dan juga sekolah akan menjadi kader pengawasan pemilih pemula.
Baca Juga: Masih Sepi dan Bersih, Viral Pantai di Gunungkidul Jadi Surga Tersembunyi
Untuk menjaga para pemilih pemula terlibat politik praktis, Balai Pendidikan mengakui cukup kesulitan karena kondisi pandemi covid-19 ini yang belum memungkinkan untuk kegiatan tatap muka dalam KBM. Sehingga pendidikan politik bagi para siswa belum bisa sepenuhnya dilakukan.
"Kami hanya mengimbau kepada kepala sekolah, untuk mengawasi dan mengingatkan bahwa ASN harus netral," ucap Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdikpora Gunungkidul, Sangkin.
Sejauh ini, Sangkin menilai kondisi siswa-siswi pemilih masih adem ayem. Ia mengakui tidak ada pemantauan khusus di lingkungan Balai Dikmen. Secara umum nanti guru pelajaran PPKn yang akan memberikan penjelasan terkait dengan Pendidikan Politik.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat