SuaraJogja.id - Korban penangkapan oleh oknum anggota Satuan Brimob Polda DIY buka suara atas kasus yang dialaminya. Korban berinisial D, J, dan R mengaku tak mengetahui saat kali pertama dihubungi oknum tersebut.
D, yang ditemui usai audiensi di Mapolda DIY, Selasa (27/10/2020), mengaku dihubungi oleh nomor yang tak dikenal dan diminta bertemu di wilayah Baciro, Gondokusuman, Kota Yogyakarta.
"Waktu itu saya dihubungi oleh nomor tak dikenal melalui WhatsApp. Awalnya saya kira penting, berkaitan dengan pekerjaan. Setelah bertemu di dekat warung makan di sekitar Mako Brimob, saya malah bertemu dengan dua anggota yang mengaku satuan Brimob itu," ujar D, ditemui SuaraJogja.id, Selasa.
Ia menjelaskan, alasan pemanggilannya berawal dari unggahan di media sosial Twitter @BandSidekick yang diduga menghina institusi kepolisian tersebut. Namun, dirinya membantah bahwa hal itu dilakukan admin Twitter yang dia kelola.
"Jadi ada salah satu follower kami yang membalas tweet yang kami unggah dengan logo mirip Brimob dan seragamnya. Kami juga tidak tahu alasan follower ini. Anggota ini menemui saya dan menanyakan siapa admin @BandSidekick itu," jelas D.
Karena di bawah tekanan, D menyebut bahwa akun tersebut tak dikelola sendiri olehnya. Ada dua temannya, yakni J dan R. Keduanya juga ikut dipanggil.
Awalnya D menghubungi J untuk datang ke warmindo di sekitar Mako Brimob. Sampai di lokasi, J bertemu dengan temannya, dan terdapat 6 anggota yang sedang menginterogasi D.
"Jadi saya datang ditemui 4 orang berpakaian preman dan disuruh masuk ke dalam warmindo itu. Kami diinterogasi soal logo, termasuk apakah ikut dalam aksi demo di DPRD DIY," kata J.
Ia mengaku ikut dalam demo tersebut. Selama pertanyaan yang dilontarkan oknum Brimob itu, keduanya mendapat intimidasi. Selain itu, mereka juga mendapat pukulan ke arah perut dan kepala bagian kanan.
Baca Juga: 3 Pendemo Ditangkap Brimob, Aliansi Masyarakat Sipil Audiensi ke Polda DIY
"Kami juga dipukul di bagian perut. Mereka juga bertanya apakah mengenal orang-orang yang mereka tunjukkan dengan foto, tapi kami tidak mengetahui. Memang kami datang secara rombongan tapi berbeda dengan foto yang mereka tunjukkan," terang J.
Korban D dan J lalu juga diminta menghubungi R. Dirinya datang terakhir dan diminta ke utara Stadion Mandala Krida. Ketiganya kembali diinterogasi.
Anggota tersebut juga meminta identitas para korban. KTP mereka disita dan saat ini belum dikembalikan.
Dari peristiwa yang dialami ketiga pemuda itu, mereka membuat aduan ke Aliansi Masyarakat Sipil. Saat ini tim kuasa hukum bersama korban akan melakukan audiensi ke Mako Brimob Polda DIY.
"Pertama kami meminta Polda DIY untuk mengaudiensi kami ke Sat Brimob. Kami sudah dihubungkan dengan Kasat Brimob Polda DIY. Jadi kami meminta kejelasan dari pihak institusi ini apakah benar anggotanya melakukan pemanggilan kepada tiga korban ini," ujar anggota Tim Kuasa Hukum Aliansi Masyarakat Sipil, Atqo Darmawan.
Pihaknya juga menyayangkan pihak kepolisian yang tanpa surat tugas memanggil warga sipil. Tak ada prosedur yang jelas dan dianggap melanggar hukum.
Berita Terkait
-
3 Pendemo Ditangkap Brimob, Aliansi Masyarakat Sipil Audiensi ke Polda DIY
-
Gelar Operasi Zebra Progo, Polda DIY Prioritaskan Jalur Wisata
-
Buntut Aksi Tolak Omnibus Law, Ketua BEM Se-Kalsel Malah Diperiksa Polisi
-
Istana Didemo Buruh, Jokowi Resmikan Jembatan di Kendari
-
Kagama Kecam Doxing terhadap Mahasiswa, Jokowi hingga Mahfud MD Digertak
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
Terkini
-
Diprediksi 8,2 Juta Pemudik Masuk DIY Saat Lebaran, Puluhan Pos Pengamanan hingga Kesehatan Siaga
-
Soal Gelar Pahlawan Sri Sultan HB II, Trah Targetkan Terealisasi Tahun Ini dengan Dukungan Presiden
-
Sarankan Reformasi Polri Fokus Pembenahan Kualitas Internal, Pusham UII Ingatkan Risiko Politisasi
-
7 Fakta Tiang PJU Ambruk di Jembatan Kabanaran, Baru Tiga Bulan Diresmikan
-
Unisa Yogyakarta Bangun Laboratorium Stem Cell untuk Pengobatan Masa Depan